Rebutan Anak, Mantan Istri Dianiaya

0
2092
Keluarga terdakwa berada di luar ruang sidang usai persidangan digelar di PN Serang, Selasa (27/4).

SERANG – RM duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (27/4). Lelaki asal Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang itu didakwa menganiaya DCN, mantan istrinya.

Penganiayaan itu disulut oleh persoalan anak. DCN yang ingin menjemput anak dari hasil pernikahannya itu dianiaya oleh RM.

Sesuai dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang Sih Kanthi, insiden itu terjadi pada 25 Juni 2020. Ibu kandung DCN, ES mendatangi kediaman orangtua RM. Dia bermaksud ingin menjemput cucunya itu. “Karena telah tiga hari berada di rumah mantan suami anaknya,” kata JPU dihadapan majelis hakim yang diketuai Slamet Widodo.

Namun, RM tidak memperbolehkan anaknya dibawa. Dia masih menyimpan rasa kecewa terhadap DCN lantaran telah berselingkuh saat menikah dahulu.

“Alasan bahwa DCN tidak pantas menjadi ibunya, karena sebelum bercerai DCN telah selingkuh,” ungkap JPU.

Lantaran tak diizinkan, ES mengabari DCN melalui pesan singkat WhatsApp.

“Sekira jam 11.00 WIB dijemput oleh adik terdakwa (untuk menjemput anaknya-red),” kata JPU.

Tak lama, DCN tiba di rumah RM. Saat berjalan menuju ruang tamu, ponsel milik DCN dirampas. RM beralasan ponsel itu dibeli dari uangnya.

“DCN saat itu mempersilahkan kepada terdakwa untuk mengambil handpone-nya tersebut namun tidak termasuk data-data internalnya,” ungkap JPU.

Setelah ponselnya dirampas, DCN mendengar suara sepeda motor di luar rumah.

DCN curiga anaknya dibawa pergi menggunakan sepeda motor tersebut. “DCN kemudian hendak keluar rumah. Namun saat itu terdakwa menahannya di depan pintu dengan menggunakan kedua tangannya,” kata JPU.

Selain menahan korban, RM memukul kedua lengan korban menggunakan telapak tangan, serta mencengkram kedua lengan bagian atas dengan sangat kencang. “Terdakwa mendorong DCN hingga jatuh dan tak sadarkan diri. Setelah sadar, DCN melihat terdakwa mengusir ibunya,” ungkapnya.

Atas perbuatannya RM didakwa melanggar Pasal 351 ayat (1) KUH Pidana.

“Pemeriksaan medis sesuai dengan Surat Visum et Repertum Nomor : 203/VER/RS/VII/2020 tanggal 15 Juli 2020, ditemukan luka lecet dan memar pada lengan akibat kekerasan tumpul,” tegasnya. (rbnn/nda)