REI Banten Sosialisasikan Kredit Rumah Berbasis Tabungan

Perwakilan BTN Pusat Bambang Prasetyo saat menjadi salah satu narasumber dalam acara sosialisasi BP2BT di RM Sari Banten, Kota Serang, Kamis (5/9). Foto : Susi K/Radar Banten

SERANG – DPD Real Estate Indonesia (REI) Banten menyosialisasikan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang berlangsung di RM Sari Banten, Kota Serang, Kamis (5/9). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 pengembang di Banten.

Ketua Plt DPD REI Banten Suharso mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan informasi mengenai BP2BT yang merupakan alternatif pembiayaan rumah agar pengembang tetap menjual rumah bersubsidi pascakuota program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) habis.

“Ini alternatif pembiayaan bagi masyarakat dengan skema yang perlu dijelaskan secara detail. Mudah-mudahan pengembang bisa memanfaatkan program ini,” katanya.

Menurutnya, program baru dijalankan di Kota Serang karena dinas penamanan modalnya sudah memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Mudah-mudahan kota dan kabupaten lain di Banten bisa memiliki agar masyarakat bisa lebih mudah melakukan pengajuan untuk mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Kordinator BP2BT Provinsi Banten Tedi Haryadi mengatakan, BP2BT merupakan program bantuan subsidi dari pemerintah yang baru diluncurkan sejak dua bulan lalu. Program ini bisa didapatkan masyarakat yang memiliki penghasilan sekitar Rp6 jutaan dengan bantuan maksimal hingga Rp40 juta.

“Masyarakat yang ingin mengajukan harus memiliki tabungan sekitar Rp7 jutaan saat proses kredit dan memiliki saldo tabungan minimal Rp2 juta. Selain itu, menyertakan rekening koran selama enam bulan terakhir,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini, perlu dilakukan sosialisasi yang masif agar dapat dipahami oleh masyarakat. Kuota untuk bantuan ini mencapai 14.000 unit di seluruh Indonesia. Untuk Kota Serang ada 101 kuota yang diberikan dan daerah lain di Banten belum ada yang mengajukan permohonan.

“Kota Serang sudah banyak yang mengajukan, tetapi memang belum ada yang disetujui karena prosesnya masih berjalan dan mudah-mudahan segera,” katanya.

Ia mengimbau, pengembang bisa memanfaatkan program ini agar bisa tetap memasarkan produk perumahan. Program ini bisa segera disosialisasikan kepada masyarakat agar penyerapan bantuan ini berjalan dengan baik. (skn/aas)