REI Sinergi dengan PLN

General Manager PLN UID Banten Doddy Panggaribuan berjabat tangan dengan Ketua DPD REI Banten Roni Hadiriyanto Adali usai penandatanganan kerja sama di Hotel Grand Zuri, Kota Tangerang Selatan, Rabu (3/7).

TANGERANG – Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indoenesia (DPD REI) Banten melakukan sinergi dengan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten untuk percepatan program kelistrikan.

Kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh Ketua DPD REI Banten Roni Hadiriyanto Adali dan General Manager PLN UID Banten Doddy Panggaribuan di sela-sela pada acara halal bihalal di Ballroom Grand Zuri Hotel, Kota Tangerang Selatan, Rabu (3/7).

Ketua DPD REI Banten Roni Hadiriyanto Adali mengatakan, REI Banten bekerja sama dengan PLN UID Banten untuk mempercepat pemasangan kelistrikan bagi anggota REI di Banten yang jumlahnya mencapai 300 pengembang lebih di delapan kabupaten kota di Banten. “Kami minta dukungan dan komitmen PLN mengenai listrik bagi para anggota REI Banten,” katanya.

Ia mengungkapkan, listrik merupakan bagian yang penting dalam perumahan karena jangan sampai kawasan sudah jadi tetapi listriknya belum siap. Biasanya pada tahap awal saat mulai pembangunan, pengembang mengajukan pemasangan listrik ke PLN sehingga setelah selesai pembangunan, rumah bisa dialiri listrik. “MoU ini juga untuk mengetahui ketersediaan listrik dari PLN di wilayah Banten,” katanya.

Ia berharap, kerja sama dan sinergi ini bisa memperlancar pembangunan kawasan properti mulai dari rumah bersubsidi hingga rumah mewah di di Banten. “Bisa mendapatkan pelayanan dan dukungan PLN Banten sehingga penjualan properti bisa maksimal,” harapnya.

General Manager PLN UID Banten Doddy Panggaribuan mengatakan, kerja sama sebagai bentuk sinergi dan komitmen PLN dengan para pengembang properti yang ada di Banten. PLN UID Banten juga memiliki kecukupan dan ketersediaan listrik hingga 5 tahun ke depan. “PLN siap mendukung para pengembang yang menjadi anggota REI baik rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah maupun yang menengah ke atas,” katanya.

Ia mengungkapkan, idealnya jika pengembang ingin membuka kawasan perumahan sebaiknya pengajuan pemasang listrik minimal enam bulan hingga setahun sebelumnya. Ini agar PLN bisa merencanakan pemasangan terkait persediaan dan kecukupan di kawasan tersebut. (skn/aas)