Rekonstruksi Pengeroyokan Pelajar Bogor: Rizki Dihabisi secara Sadis

Ibunda Almarhum Rizki, Inti Ardianti

SERANG – Rizki Adi Kusuma (16), salah satu pelajar SMK YKTB 3 Bogor korban pengeroyokan di Jalan Lingkar Kemang, Panancangan, Cipocokjaya, Kota Serang, meregang nyawa dengan mengenaskan. Dia dihabisi secara sadis setelah tertangkap oleh salah seorang tersangka yang melakukan pembacokan pada paha korban.

Saat rekonstruksi adegan pembunuhan, kemarin, diketahui bahwa Rizki tewas pada reka adegan ke-48, ketika itu korban tertangkap oleh tersangka dan langsung mendorongnya hingga terjatuh. Di adegan ke-49 dan 50 para pelaku membacok secara sadis menggunakan celurit dan menggergaji paha korban.

Rekonstruksi kemarin digelar Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Serang Kota di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (18/4) sekira pukul 16.00 WIB.

Rekonstruksi tersebut turut dihadiri ayah dan ibu korban Rizki. Proses reka adegan mendapatkan pengawalan ketat. Tidak hanya itu, warga yang ada di sekitar TKP juga turut menyaksikan kesembilan tersangka yang melakukan sebanyak 53 adegan tersebut. Rekonstruksi yang digelar juga menarik perhatian para pengguna jalan yang ingin mengetahui terjadinya pengeroyokan tersebut, kemacetan pun tidak bisa terhindarkan.

Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan terkait dengan perkelahian para pelajar atau kasus pengeroyokan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. “Kejadian itu pada tanggal 17 Maret lalu dan menyebabkan pelajar YKTB 3 Bogor meninggal dunia,” katanya usai rekonstruksi.

Kata Komarudin, pihaknya memperagakan sebanyak 53 adegan mulai dari awal sampai terjadinya penganiayaan atau eksekusi terhadap korban. “Pada adegan yang ke-48, ke-49, dan ke-50, korban dilakukan pembacokan oleh para pelaku. Bahkan, pelaku tersebut ada juga yang masih DPO (daftar pencarian orang),” ujarnya.

Kata Komarudin, pihaknya menahan sebanyak sembilan tersangka pelaku pengeroyokan berinisial AJ alias Jebing, AG, AR alias Jalu, RH alias Toyam, BD, RD, SM, FR, dan ZH. “Namun, ada empat tersangka lagi yang masih dalam pengejaran berinisial TG, IM, DN, dan VK. Dari seluruh keterangan tersangka keempat DPO ini, diyakini bahwa mereka melakukan penganiayaan kepada korban,” katanya.

Di adegan ini para pelaku menghabisi korban dengan sadis tepatnya di depan salah satu ruko Jalan Jenderal Sudirman, Kemang, Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (18/4).

Pihaknya mengaku serius menangani kasus tersebut dan tidak boleh terulang kembali di Kota Serang. Pihaknya juga sudah melakukan kunjungan ke SMK 2 Serang yang dihadiri kepala sekolah masing-masing. “Kami sudah menyampaikan permasalahan yang terjadi di Kota Serang terutama masalah perkelahian pelajar,” tandasnya.

Sementara itu, ibu korban Inti Ardianti yang datang ke Mapolres Serang Kota sekira pukul 14.15 WIB di depan ruang Unit I Pidum mengungkapkan kekesalannya terhadap tersangka yang telah membunuh anaknya dengan kejam. Ia pun tak sabar menahan rasa kesal itu dan minta masuk untuk menemui tersangka. “Aing teu ikhlas dunia akhirat, anak aing dipaehan ku dararia (saya tidak ikhlas anak saya dibunuh oleh kalian-red),” kesalnya sambil berhadapan dengan tersangka.

Ia pun merasa puas telah mengungkapkan kekesalannya kepada para tersangka dengan memaki-maki tersangka. “Saya puas Mas sekarang, sudah melihat tersangka semuanya. Namun, dari pihak keluarga tersangka sampai saat ini belum ada yang datang kepada saya,” katanya. (Adi/RBG)