Rekrutmen CPNS 2019: Honorer K-2 Berharap Ada Formasi Khusus

Tenaga honorer kategori 2 (K-2) Pemprov Banten unjuk rasa di kantor gubernur pada tahun 2018. Mereka menuntut agar diangkat menjadi CPNS.

JAKARTA – Pemerintah memastikan kembali merekrut calon aparatur sipil negara (CASN) pada akhir tahun ini. Mumpung Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN-RB) sebagai dasar hukumnya masih digodok, Forum Honorer K-2 Indonesia (FHK2I) mengusulkan ada formasi khusus yang bisa mengakomodasi para honorer K-2.

Ketua FHK2I Titi Purwaningsih menyatakan, jumlah guru honorer K-2 saat ini sekira 160 ribu orang. Jika di setiap pengadaan CASN diberikan formasi khusus untuk K-2, persoalan tersebut akan selesai. Dalam hitungannya, bisa selesai dalam beberapa tahun saja. “Lama-lama kan ini akan habis kalau setiap kali ada formasi honorer K-2 dikasih. Toh dari awal kami mintanya bertahap, tidak sekaligus,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (15/6).

Formasi khusus itu, kata dia, bisa diberikan dengan mempertimbangkan masa pengabdian para honorer K-2 kepada negara selama bertahun-tahun. Titi mengatakan bahwa dari segi aturan, kans mengakomodasi honorer yang berusia di atas 35 tahun dalam pengadaan CASN sangat dimungkinkan. Apalagi, ada putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan bahwa honorer berusia di atas 35 tahun boleh mengikuti CASN. “Kami inginnya putusan MA itu dilaksanakan,” imbuhnya.

Untuk memperjuangkan harapannya, Titi menyebutkan bahwa jajarannya berencana berkonsultasi dengan Komisi II DPR yang membidangi urusan pemerintahan. Namun, untuk waktunya, dia masih menunggu kesediaan DPR. ”Kalau enggak puas, kita ke komisi III yang mengurus hukum,” tuturnya.

Dia yakin guru honorer K-2 memiliki kapasitas yang tidak jauh berbeda dengan para ASN muda yang baru direkrut. ”Saya lihat CPNS umum 2018 baru di lapangan. Jauh lebih profesional kami karena sudah lama,” kata guru honorer asal Banjarnegara tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir mengatakan, pemerintah masih mempertimbangkan berbagai masukan. “Semua terkait pengadaan CPNS masih dalam persiapan atau pembahasan,” ujarnya saat dikonfirmasi. (jpnn/air)