Relawan Ati Terus Tumbuh

0
1.176 views

CILEGON – Relawan pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati-Sokhidin sudah bermunculan. Mereka gencar menyosialisasikan duet politikus Partai Golkar dan Partai Gerindra tersebut.

Kelompok relawan dengan berbagai macam aktivitas itu datang ke masyarakat untuk memperkenalkan pasangan yang kini masih aktif sebagai pejabat di lembaga eksekutif dan legislatif Kota Cilegon tersebut.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abas menjelaskan,  relawan pemenangan Ati-Sokhidin terus bertambah seiring mencuatnya pasangan tersebut ke publik.  Jumlah masyarakat yang bergabung menjadi relawan berkisar di angka lima ribu orang. Mereka bergabung di kelompok Relawan Ratu Ati Marliati (RAM), Sokhidin Center, maupun kelompok-kelompok relawan bentukan masyarakat yang berafiliasi ke dua kelompok relawan tersebut.

Menurut Sutisna, mayoritas relawan adalah kalangan milenial dan itu sangat baik karena jumlah pemilih di kalangan milenial cukup banyak, diperkirakan mencapai 25 persen dari total jumlah pemilih. “Sudah berjalan baik di tingkat kecamatan, kelurahan,” ujar Sutisna kepada Radar Banten, Kamis (2/7).

Kata Sutisna, beberapa kelompok relawan yang dibentuk oleh masyarakat diantaranya Komando Pemenangan Ati-Sokhidin (Kompas), Selamanya Untuk Ati Marliati (Sehati), Pemenangan Ati-Sokhidin (PAS) dan Barisan Haji Sokhidin (BHS).  “Dan masih tetap berjalan, relawan itu masih tetap akan kita tampung, nanti saat deklarasi akan kita sampaikan ke media,” kata Sutisna.

Massifnya gerakan relawan serta banyaknya kelompok yang bermunculan menjadi kekuatan untuk mendorong kemenangan Ati-Sokhidin di pilkada di luar kekuatan partai yang berkoalisi.

Terkait partai politik yang berkoalisi, selain Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Nasional Demokrat (NasDem), Sutisna optimistis masih akan mendapatkan dukungan dari partai lain salah satunya Partai Kebangkitan  Bangsa (PKB) “Kita optimistis PKB akan bergabung dengan Partai Golkar, karena dari dulu sejarahnya PKB gak pernah ke mana-mana, ke Golkar, kita tidak melihat satu kursinya, yang kita lihat kebersamaannya. Itu yang kita hargai, bahwa Partai Golkar tidak melihat sedikit atau banyaknya kursi tapi bersama-sama menciptakan suksesnya Cilegon,” ujar Sutisna.

Kendati tak menargetkan koalisi besar pada kontestasi Pilkada Kota Cilegon tahun ini, namun Partai Golkar menurut Sutisna masih membuka ruang koalisi untuk partai yang belum menentukan sikap, atau yang baru menenutkan sikap di level pengurus kota.

PDIP TANGGAPI SANTAI

Tak hanya pergerakan politik Ati-Sokhidin yang menarik perhatian, arah politik PAN juga menyedot perhatian terutama setelah PAN condong menduetkan Iye Iman Rohiman dengan Awab. Padahal selain Awab, nama Reno Yanuar juga disebut kandidat kuat mendampingi Iye.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, bahwa partainya  mendung Iye-Awab. Kata Yandri, PAN berkoalisi dengan Demokrat dan PPP mengusung Iye-Awab. Koalisi tiga partai itu telah memenuhi syarat minimal delapan kursi untuk mengusung pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota dari jalur partai. “Kami meyakini pasangan ini bisa menjadi tumpuan masyarakat Cilegon untuk menjadi lebih baik,” ujar Yandri.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Tb Amri Wardhana mengaku tak mempersoalkan. Kata dia,  belum ada surat resmi dari PAN. “Saya belum melihat secara fisik adanya rekom dari DPP PAN ke Awab,” ujar Amri.

Amri masih meyakini restu PAN akan ke Reno Yanuar karena antara PDIP dan PAN di tingkat kota sudah menandatangani kesepakatan. “Secara hukum, di situ ada materai, dan sudah diamini oleh DPW nya dan ini lagi berproses di DPP masing-masing,” paparnya. Menurut Amri, selama belum ada surat resmi dari DPP, maka keputusan politik belum mencapai pada tahap akhir. (bam/alt)