Relawan Kampung Al Quran Pilih Lebak untuk Tempat Pengabdian

LEBAK – Sebanyak 35 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti, Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ), Institut Ilmu Al-Quran (IIQ), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA) Al-Hikmah dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab (LIPIA) yang tergabung dalam Relawan Kampung Al-Quran memilih Kabupaten Lebak sebagai tujuan tempat pengabdian.

Salah satu faktor dipilihnya Lebak oleh Relawan Kampung Al-Quran, karena Lebak mempunyai peraturan bupati (perbup) tentang Maghrib Mengaji, sehingga dapat membantu tercapainya tujuan program tersebut.

“Kita memilih Kabupaten Lebak sebagai pengabdian kami, karena Lebak mempunyai Perbup tentang Maghrib Mengaji. Artinya sudah ada jalan untuk tujuan mengaji, jadi kita ingin membantu Pemkab Lebak dalam programnya, sehingga dapat tercapai tujuan bersama untuk menjadikan generasi penerus bangsa bisa mengaji,” ujar Direktur Relawan Kampung Al-Quran Usnan Hasibuan saat sambutan di Aula Multatuli Setda Lebak, Sabtu (5/8).

Usnan melanjutkan, Pemkab Lebak sangat peduli terhadap perkembangan keagamaan seperti adanya insentif guru mengaji, pembangunan pondok pesantren dan sebagainya.

“Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, para relawan akan disebar di wilayah Kabupaten Lebak seperti Desa Girijayabaya dan Desa Mekarwangi, Kecamatan Muncang, dan Desa Sangiang Jaya Kecamatan Cimarga,” tuturnya.

Bupati Iti Octavia Jayabaya sangat bangga terhadap Relawan Kampung Al-Quran karena mereka mau berjuang di jalan agama. Kegiatan tersebut dapat membantu tercapainya program yang dipunyai Lebak, yakni Lebak Mengaji.

“Relawan ini patut dicontoh dan diapresiasi atas kemauan mengamalkan ilmunya, karena ini dapat menjadikan penerus bangsa tahu lebih dalam tentang agama Islam,” tambahnya. (Omat/twokhe@gmail.com)