Relokasi Dua Puskesmas di Kabupaten Tangerang Terkendala Lahan

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Rudy Maesyal (kanan) bersama Kepala Dinkes Desiana Dinardianti meninjau sarana prasarana di Dinkes Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu. Foto Wivy/Radar Banten

TIGARAKSA – Dua Puskesmas di Kabupaten Tangerang mendesak untuk direlokasi. Relokasi dilakukan karena lokasi keduanya dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas yang mengerucut pada lokasi puskesmas.

Dua puskesmas tersebut yakni, Puskesmas Binong Kecamatan Curug yang berada dijalur pipa gas dan Puskesmas Pasirjaya Kecamatan Cikupa karena lokasinya di bawah Sutet. “Keduanya harus segera direlokasi dengan dasar keamanan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut. Dan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014,” kata Qotrunnada, Kepala Puskesmas Binong, Selasa (13/8).

Dia menambahkan apalagi lokasi Puskesmas Binong sangat dekat dengan saluran pipa gas. Pipa gas itu bahkan berada di depan pagar Puskesmas, dan masyarakat yang mau ke Puskesmas jalannya dijalur pipa tersebut. Jadi desakan untuk direlokasi memang harus segera dilakukan.

Untuk itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan untuk mencari solusi relokasi tersebut. “Kalaupun relokasi terhambat selama ini, karena tidak adanya lahan pengganti di Kelurahan Binong. Dan saat ini sedang mencari lokasi penggantinya terutama yang berada di pinggir jalan agar mudah diakses masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiana Dinardianti ketika dikonfirmasi  membenarkan kedua puskesmas tersebut untuk direlokasi. “Kami sudah mengusulkan ke Sekretariat Daerah (Sekda) dan dinas terkait untuk pengadaan lahan pengganti. Tetapi sampai saat ini belum bisa terealisasi karena terkendala lahan yang belum ada. Apalagi dua wilayah itu kan berada dipermukiman padat penduduk, jadi susah nyari lahan penggantinya,” katanya.

Namun meski wacana relokasi masih terhambat lahan, pihaknya menjamin tidak akan mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut. “Sambil menunggu ada lahan penggantinya, pelayanan kesehatan terus berjalan. Kan tugas kami melayani kebutuhan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretariat Daerah (Sekda) Rudy Maesyal mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih mencari lahan tanah pengganti yang tepat untuk relokasi dua puskesmas tersebut. “Kami sedang cari dan hitung kebutuhan untuk relokasi tersebut. Kemungkinan baru akan terealisasi di 2020 dengan APBD murni,” tukasnya. (mg-04/adm)