Relokasi SD Lamban, PPK Jalan Tol Salahkan Kades

0
1201

SERANG – Relokasi empat SD yang terdampak tol Serang-Panimbang di Kabupaten Serang hingga saat ini masih berproses. Padahal, jalan tol tersebut direncanakan bakal dibuka tahun ini.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Lahan Jalan Tol Serang-Panimbang Temi Saputra mengatakan, dari empat SD itu, dua di antaranya sudah dilelang melalui Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ). “SDN Seba dan SDN Cilayangguha sudah lelang,” katanya kepada Radar Banten, Senin (15/3).

Sementara, untuk dua SD lainnya yakni SDN Inpres Cikeusal dan SDN Cipete pihaknya mengakui masih proses pengadaan tanah. Kata dia, untuk SDN Inpres Cikeusal pengganti lahannya sudah aman. Namun, untuk SDN Cipete hingga kini belum jelas.

“Tanah pengganti di Cipete yang sudah kita sepakati, saya sudah minta tolong kepala desanya untuk menemui warganya yang mau jual tanah untuk dimintai fotocopy dokumen tanahnya, supaya kita usulkan,” katanya.

Namun, kata dia, hingga kini pihak desa belum juga menyerahkannya. Padahal, pihaknya bersama Pemkab Serang sudah sepakat bahwa proses relokasi SD harus dikebut. “Pokoknya kalau prosesnya lamban ya jangan salahkan kami, ini karena kepala desanya tidak kooperatif,” ujarnya.

Dikatakan Temi, fotocopy dokumen tanah yang akan dijual itu dibutuhkan untuk revisi surat keputusan (SK) bupati tentang penetapan lokasi. “Sampai sekarang kami tidak tau warga yang mana yang mau jual tanahnya, nanti kalau saya langsung yang turun dibilang melangkahi desa lagi,” ucapnya.

Karena itu, Temi berharap pemerintah desa dapat kooperatif untuk proses relokasi SD ini. “Karena dari Pemkab Serang juga ingin dipercepat prosesnya, termasuk kami juga ingin cepat selesai, hanya orang-orang yang di bawahnya ini yang kurang kooperatif,” pungkasnya. (Abdul Rozak)