Relokasi SD Terdampak Tol Alot

0
397 views
Sekda Pemkab Serang Entus Mahmud Sahiri (kiri) bersama Pjs Bupati Serang Ade Aryanto (kanan) dan sejumlah pejabat Pemkab Serang meninjau kesiapan lahan untuk relokasi SD di Kecamatan Cikeusal, Selasa (20/10).

SERANG – Proses relokasi Sekolah Dasar (SD) terdampak pembangunan tol Serang-Panimbang hingga kini belum ada kejelasan atau masih alot. Pemkab Serang masih mencari alternatif lahan lainnya untuk merelokasi sekolah tersebut.

Sekadar diketahui, empat SD terdampak pembangunan tol Serang-Panimbang. Antara lain SDN Inpres Cikeusal, SDN Seba, dan SDN Cilayangguha di Kecamatan Cikeusal, serta SDN Cipete Kecamatan Kragilan.

Kemarin (20/10), Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Serang Ade Aryanto meninjau kesiapan lahan untuk relokasi SD bersama jajaran pejabat Pemkab Serang. Sayangnya, hingga kemarin belum bisa disimpulkan kepastian lahan untuk relokasi. Pemkab masih mencari opsi lahan lainnya.

Ade mengaku, pihaknya baru menghimpun opsi lahan lain untuk relokasi SD. Kata Ade, lahan sebelumnya yang disiapkan khusus relokasi SDN Cipete tidak mendukung. “Kita baru mengumpulkan opsi (lahan-red), belum bisa disimpulkan,” ungkapnya.

Dijelaskan Ade, lahan untuk relokasi SDN Cipete tidak mendukung karena kontur tanahnya labil, posisi lahan curam dan berupa area persawahan. “Ini (lahan relokasi-red) sangat membutuhkan biaya yang besar untuk pembangunannya,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan kembali melakukan rapat bersama pelaksana proyek pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang menentukan lahan terbaik untuk proyek relokasi. “Besok (hari ini-red) kita rapatkan lagi. Insya Allah nanti langsung ditentukan dimana titiknya,” ujarnya.

Kata Ade, pihaknya menargetkan pembangunan keempat SD terlaksana tahun ini. Kemudian, haisl pembangunan bisa digunakan tahun depan. “Kita enggak mau lama-lama, waktunya sudah mendesak. Dari pihak pelaksana pembangunan tol juga inginnya dipercepat,” katanya

Sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Tanah Jalan Tol Serang-Panimbang Temi Saputra mengakui, lahan yang disiapkan untuk relokasi SDN Cipete belum siap, karena kondisi lahannya over desain. “Itu lahan bekas sawah dan curam, di dalamnya mengandung lumpur, pasti butuh biaya besar,” terangnya. (jek/zai)