JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) akan menyelenggarakan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, di Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Acara yang berlangsung selama empat hari, Senin (11/2) hingga Kamis (14/2), akan dibuka Presiden RI Joko Widodo. Agendanya antara lain membicarakan tentang isu-isu strategis seputar dunia pendidikan, seperti literasi.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Ananto Kusuma Seta menjelaskan, para pemangku kepentingan di dunia pendidikan di seluruh Indonesia, akan dimintai masukan tentang peningkatan literasi di daerahnya. “Literasi di sini ada banyak lho ya, bukan cuma membaca saja, ada beberapa poin yang harus ditingkatkan,” kata Ananto saat konfrensi, Jumat (8/2). 

Poin-poin tersebut, meliputi, membaca dan menulis, numerasi, sains, digital, finansial, kultur literasi. Setiap daerah, tidak boleh hanya meningkatkan keinginan anak dalam membaca saja. Tapi, juga untuk mengerti segala hal yang meliputi poin tersebut. Sebab itu merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap anak di Indonesia.

Ananto menambahkan, tanpa hal tersebut mereka tidak akan bisa bertahan ketika dihadapkan dengan persaingan di dunia kerja. “Jadi ini adalah bekal untuk anak, agar bisa hidup, dan bekerja di keseharian mereka nanti,” tuturnya. (jpg/aas)