SERANG – Pembangunan di Banten masih belum merata. Ketidakmerataan pembangunan ekonomi di Banten dapat terlihat dari wilayah ekstrem antara wilayah utara, tengah dan selatan.

Di wilayah utara, pembangunan sektor industri cukup tinggi. Namun kondisi ini timpang apabila dibandingkan wilayah selatan dengan sektor pertanian yang kurang berkembang.

Hal ini disampaikan oleh Tenaga Pengkaji Perbendaraan Dirjen Keuangan Negara Tauhid. “Pemerataan pembangunan masih belum merata. Yang paling mencolok infrastruktur jalan,” ungkapnya pada acara Kementerian Keuangan 2014
Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini, di Ratu Hotel Bidakara, Kota Serang, Selasa (6/5/2014).

Kendala pemerataan pembangunan ini, kata Tauhid, lantaran terkendala pada pengadaan barang dan lelang di satuan kerja. Selain itu, Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Banten teramsuk yang rendah. “Banten menduduki posisi ke 23 dari 33 provinsi,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Dalam acara ini hadir Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Banten Wahyu Wardhana, Kepala Bidang Kebiajkan Fiskal Kementerian Keuangan RI Abdurrahman, Pemerhati Ekonomi Fiskal Prof. Bambag Juanda dari IPB, dan Kepala Kebijakan Transfer Daerah Kementrian Keuangan RI Ria Sartika Azhari. (WAHYUDIN)