Rentan Banjir, Pemkot Serang Normalisasi Sungai

0
918 views
Kondisi rumah warga di lingkungan Kaujon Singandaru, Kelurahan Serang, tergenang air dari luapan Sungai Cigintung yang mengalir ke Kali Singandaru, Senin (18/5) malam.

SERANG – Sejumlah titik di Kota Serang rentan terjadi banjir. Adanya penyempitan dan pendangkalan sungai disinyalir menjadi penyebab utama. Normalisasi sungai dipercaya sebagai langkah untuk mencegah banjir.

Diketahui, beberapa bulan terakhir, titik genangan air ditemukan pada hampir semua wilayah di Kota Serang. Bahkan, beberapa titik berpotensi terjadi banjir.

“Pertengahan bulan lalu sempat terjadi genangan air hampir banjir. Berdasarkan laporan ada beberapa kali yang meluap ke rumah warga. Seperti di Cikulur (Kecamatan Serang-red), Citra Gading (Cipocokjaya) dan Curug,” kata Walikota Serang Syafrudin saat berbincang bersama wartawan, Rabu (3/6).

Dikatakan Syafrudin, pendangkalan dan penyempitan sungai menjadi penyebab utama luapan air.

Oleh karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang telah ditugaskan melakukan inventarisasi sejumlah titik aliran sungai yang kerap meluap. “Saya sudah instruksikan PUPR untuk melakukan normalisasi,” kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang itu.

Terpisah, Kepala DPUPR Kota Serang M Ridwan mengaku normalisasi sungai tengah dilakukan secara bertahap di beberapa aliran sungai. “Drainase Ciceri-Kesawon, Saluran pembuang Kali Srewok. Saluran pembuang Cibanten. Kali Cipageran, drainase Bumi Agung dan lain-lain,” katanya.

Dia juga mengaku telah mengirimkan surat usulan perbaikan atau normalisasi untuk saluran irigasi atau sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi, seperti di aliran Situ Ciwaka Walantaka.

“Normalisasi perlu dilakukan karena kondisi di lapangan banyak sedimentasi dan gulma menjadi penghambat aliran air terutama saat debit besar,” terangnya.

Senada dengan Syafrudin, Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi juga mengatakan luapan air sungai itu disebabkan oleh pendangkalan dan penyempitan. “Saya terjun ke lokasi, penyebabnya terjadi penyempitan dan pendangkalan. Harus segera dinormalisasi,” katanya.

Budi khawatir bila dibiarkan, banjir akan melanda di sejumlah titik di Kota Serang. “Kalau tidak ada langkah seperti jangka pendek seperti normalisasi sungai. Maka, tidak menutup kemungkinan luapan air akan menjadi banjir dan kondisinya lebih parah,” pungkasnya. (fdr/nda)