Resah dengan Wanita Malam, Warga Merak Ingin Bentuk Tim

0
406

CILEGON – Sejumlah warga mengaku resah dengan keberadaan pekerja seks komersial (PSK) atau wanita malam yang biasa mangkal di tikungan Samburat tepat di samping Hotel Mangku Putera, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Penggerak Mekar Sari, Suryadinata mengatakan aktivitas wanita malam di tempat tersebut, sudah sangat meresahkan masyarakat. Kendati kerap dirazia oleh warga bersama polisi, namun para wanita malam itu tidak pernah jera. “Sudah sering kali melakukan patroli. Saat razia, iya pada lari kocar kacir, tapi dua hari kemudian sudah pada datang lagi enggak ada kapoknya,” ujarnya melalui sambungan telepon seluler kepada wartawan, Kamis (14/9).

Melihat situasi yang semakin meresahkan, Suryadi mengaku akan membentuk tim khusus yang akan memantau keberadaan para wanita malam itu agar aktivitas maksiat tersebut dapat dihentikan. “Kita akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan dan Polsek Pulomerak, untuk membentuk tim yang nantinya akan membubarkan kegiatan tersebut,” katanya.

Berdasarkan pengamatannya, keberadaan para wanita malam di tikungan tersebut rutin hampir setiap malam, menunggu para lelaki hidung belang. Mulai sekitar pukul 23.00 dan bubar saat subuh menjelang.

Terpisah Dede, warga sekitar, meminta Pemkot Cilegon mengambil langkah tegas menyikapi persoalan yang meresahkan masyarakat. Bukan hanya itu, ia juga menyampaikan agar Pemkot Cilegon tidak tebang pilih dalam menindak kemaksiatan yang ada di Kota Cilegon, mulai dari yang tingkat kecil (wanita yang mangkal), hingga yang besar (diskotik).

“Harusnya seperti dulu, tikungan Samburat dibuatkan pagar, agar tidak ada lagi wanita yang mangkal. Karena ini dapat membuat pengaruh buruk bagi anak-anak yang baru mau gede,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)