Resahkan Masyarakat, ODGJ Diamankan Satpol PP Lebak


LEBAK – Sebanyak empat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diamankan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak di Kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak. Keberadaan ODGJ dituding telah meresahkan masyarakat, karena mereka sering mengamuk serta tidur dan buang air besar sembarangan (BABS).

Pantauan Radar Banten sekira pukul 16.30 WIB, 20 orang anggota Satpol PP Lebak melakukan razia ODGJ di Alun-alun Rangkasbitung. Selanjutnya, tiga unit patroli Dinas Satpol PP Lebak menuju Jembatan Dua Ciujung di Lebaksambel dan dilanjutkan ke Mandala, Kecamatan Cibadak. Dari Mandala petugas Satpol PP kemudian ke Pasar Rangkasbitung. Empat orang ODGJ yang berkeliaran di dua kecamatan langsung diamankan dan diangkut menggunakan truk yang telah disediakan Dinas Satpol PP Lebak. Bahkan di pintu kereta leuwiranji sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara Satpol PP dan ODGJ yang tidak mau diangkut ke atas truk.

Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian (Opsdal) Dinas Satpol PP Lebak Yanto Komi mengatakan, Satpol PP menerima keluhan dari masyarakat terkait keberadaan ODGJ yang berkeliaran di tempat publik dan permukiman penduduk. Atas dasar itu, pihaknya langsung melakukan razia terhadap ODGJ yang ada di wilayah perkotaan. Hasilnya, empat orang ODGJ yang mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat di bawa ke kantor Dinas Satpol PP Lebak.

“Keberadaan ODGJ ini telah meresahkan masyarakat. Karena itu, kita tindaklanjuti dengan melakukan razia dan ada empat orang yang berhasil diamankan,” kata Yanto Komi, Rabu (17/7).

Empat orang ODGJ yang diamankan rencananya akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Lebak. Ke depan, jika masih ada ODGJ yang berkeliaran dan mengganggu ketenteraman umum maka Dinas Satpol PP akan kembali melakukan razia di wilayah Lebak. Upaya tersebut untuk melindungi masyarakat dari gangguan ODGJ yang berkeliaran di tempat umum atau permukiman penduduk.

“Kami juga meminta masyarakat proaktif melaporkan kepada Satpol PP jika ada ODGJ yang mengganggu ketenteraman masyarakat. Jangan sampai dibiarkan,” ungkapnya.(Mastur)