Resepsi Pernikahan di Ciruas Dibubarkan Polisi

Kapolsek Ciruas Kompol Sukirno (kedua dari kanan) saat menyosialisasikan maklumat Kapolri mengenai larangan berkumpul di acara pernikahan di Kampung Priuk, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Jumat (27/3).

SERANG– Resepsi pernikahan di Kampung Priuk, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Jumat (27/3) pagi, dibubarkan polisi.

Tindakan tegas Polsek Ciruas itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Dibubarkan dan diimbau agar pesta pernikahan ditunda, sesuai maklumat Kapolri terkait corona,” ujar Kapolsek Ciruas Komisaris Polisi (Kompol) Sukirno, Jumat (27/3).

Saat datang ke lokasi, polisi meminta agar keluarga mempelai menunda acara resepsi. Beruntung, pihak keluraga mempelai sepakat agar resepsi dihentikan. “Alhamdulillah setelah kita jelaskan, mereka paham,” ujar Sukirno.

Kata Sukirno, pembubaran itu dilakukan karena berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, ada empat warga yang berstatus ODP di wilayah Kecamatan Ciruas.

“Yang saya tahu di lokasi resepsi pernikahan, ada 1 orang yang ODP. Kita khawatir, jangan sampai virus corona ini menular ke masyarakat sekitar,” kata mantan Kanit Tipikor Ditreskrimsus Polda Banten tersebut.     

Sukirno mengungkapkan, kepolisian, TNI, dan pemerintah gencar melakukan sosialiasi kepada masyarakat untuk menjaga jarak dan tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Namun, jika masih ditemukan membandel, polisi akan membubarkan paksa. “Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengindahkan intruksi pemerintah terkait persoalan virus Covid-19 ini. Jangan berkerumun untuk sementara waktu dan jangan sering keluar rumah dulu jika tidak penting,” ucap Sukirno.

Kabid Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Sumardi Priadinata menegaskan, tidak akan mengeluarkan izin keramaian. Soalnya, seluruh daerah telah dilarang untuk mengadakan kegiatan atau perkumpulan yang melibatkan banyak orang. “Virus ini sangat cepat menyebar. Makanya kita harus menjaga jarak dan perbanyak berdiam diri di rumah,” kata Edy.     

Terkait pencabutan maklumat Kapolri, Edy mengaku belum mengetahui. Polri masih menunggu kebijakan dari gugus tugas pusat. “Maklumat itu sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kita masih menunggu informasi lebih lanjut dari tim gugus tugas pusat,” tutur Edy. (mg05/nda/ags)