Resmob Bubarkan Remaja di Warnet

0
3.091 views
Petugas Resmob Ditreskrimum Polda Banten saat membubarkan remaja di warnet daerah Kebonjahe, Kota Serang, Sabtu (4/4) malam.

SERANG – Belasan remaja yang bermain game online di sebuah warung internet (warnet) daerah Kebonjahe, Kota Serang, Sabtu (4/4) malam, dibuat kaget. Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Banten datang dan membubarkan kerumunan warga yang tidak menggubris imbauan pemerintah.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Novri Turangga menegaskan, pembubaran itu sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hal ini sesuai instruksi Presiden RI dan maklumat Kapolri untuk menghindari keramaian dalam rangka menghadapi penyebaran Corona.

“Sebab, jumlah pasien positif corona di Provinsi Banten bahkan di Indonesia diketahui terus mengalami peningkatan. Kami minta pengelola warnet atau lainnya menyadari kondisi bahwa saat ini darurat corona,” kata Novri, Minggu (5/4).

Dikatakan Novri, dalam menjalankan instruksi Pemerintah dan Kapolri untuk meredam penyebaran virus yang berasal dari Wuhan ini, pihaknya telah mengerahkan seluruh personel Ditreskrimum. Patroli dilakukan rutin siang dan malam untuk memantau dan mengimbau masyarakat agar tetap di rumah jika tidak memiliki keperluan penting.

Selain menghindari keramaian, para personel juga melakukan imbauan melalui pengeras suara agar masyarakat menghindari, apalagi membuat berita bohong atau hoaks.”Jika imbauan pemerintah ini dipatuhi, insya Allah penyakit yang mematikan ini bisa segera musnah dan masyarakat bisa beraktivitas kembali,” kata Novri didampingi Kepala Tim II Kewaspadaan Dampak Penyebaran Virus Corona Ditreskrimum Polda Banten, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Asep Sukandarusman.

Selain itu, penyebaran virus corona ini bisa dihentikan dengan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. “Masyarakat patuh mengikuti imbauan pemerintah. Bila mengalami batuk, pilek berkelanjutan serta sesak nafas, segera lakukan pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” tutur Novri. (mg05/nda/ags)