Restoran Korea Disegel Satpol PP Gara-gara Tak Bayar Pajak

Salah seorang pegawai Bapenda Kabupaten Tangerang menempelkan stiker "disegel" di dinding Bornga Restoran di Kelapadua, Kamis (1/8). Foto Wivy Radar Banten

TANGERANG – Langkah tegas diambil petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang terhadap pengelola resto yang tidak taat pajak. Bornga Restoran di kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang disegel, Kamis (1/8).

Dari informasi yang dihimpun, resto elit tersebut disegel lantaran tidak membayar pajak yang menunggak sebesar Rp50 juta. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengatakan, penyegelan tersebut sekaligus sebagai peringatan kepada semua pengelola restoran yang tidak taat membayar pajak.

“Penyegelan tersebut sebagai tindakan shock therapy kepada wajib pajak yang membandel. Juga sekaligus mengingatkan agar kewajiban membayar pajak daerah merupakan suatu keharusan,” katanya kepada wartawan, Kamis (1/8).

Proses penyegelan tersebut dilakukan Soma didampingi petugas pajak beserta jajaran Satpol PP Kecamatan Kelapa dua. Selain menunggak bayar pajak 2018, restoran Korea tersebut diketahui dari Januari hingga Agustus ini belum melaporkan omzetnya ke Bapenda Kabupaten Tangerang.

“Penyegelan dilakukan dengan cara menempelkan stiker bertuliskan ‘Restoran Ini Belum Membayar Pajak’ di depan pintu masuk dan ruang utama restoran,” tambah Soma.

Sebelum melakukan penyegelan, lanjut Soma, pihaknya sudah memberikan surat teguran lima kali berturut-turut. Tetapi, surat tersebut tidak ditanggapi dan akhirnya disegel sebagai tindakan tegas. “Kalau setelah disegel dengan stiker ini tetap tidak membuat sadar bayar pajak, mungkin akan dilakukan langkah berikutnya yang lebih tegas bahkan berujung pada penutupan,” tegas Soma.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Barhum mengapresiasi penyegelan restoran yang tidak taat membayar pajak tersebut. Menurutnya, hal tersebut sebagai tindakan untuk menyadarkan pada wajib pajak. “Langkah penindakan tersebut memang harus dilakukan,” katanya, Kamis (1/8).

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya dilakukan pada restoran, tetapi juga kepada para wajib pajak lain. “Bapenda kan sebagai leading sector penghasil pendapatan daerah untuk pembangunan. Maka itu, harus terus memacu dengan tindakan proporsional,” pungkasnya. (mg-04/asp)