Reza Rahadian Makin Respek kepada Tunanetra

0
161
Dari kiri, Reza Rahadian, Hanung Bramantyo, dan Dion Wiyoko. Mereka memperkenalkan film The Gift kepada kru Jawa Pos Grup di Graha Pena Jakarta.

JAKARTA – Daftar peran yang dimainkan aktor Reza Rahadian bertambah. Pria yang dijuluki aktor seribu wajah itu baru merampungkan syuting untuk film drama arahan Hanung Bramantyo, The Gift. Dalam film yang dibintangi bersama Ayushita Nugraha dan Dion Wiyoko itu, Reza berperan sebagai Harun, pria tunanetra.

The Gift berkisah tentang Tiana (Ayushita), gadis dengan masa kecil suram yang menyukai kegelapan. Dia jatuh cinta kepada Harun. Suatu ketika Ari (Dion), teman lama Tiana, mengajak Tiana ke Italia. Di sana Ari memberikan kenyamanan untuk Tiana sebagai wujud cintanya. Bagaimana ending ceritanya? Cinta Tiana berlabuh pada Harun atau Ari?

Ini kali pertama Reza memerankan seseorang dengan keterbatasan fisik. Bagi Reza, itu adalah tantangan baru. “Saya suka mengeksplorasi karakter atau tokoh yang belum pernah saya mainkan,” ujar pria 31 tahun tersebut.

Tentu, Reza melakukan persiapan khusus sebelum memerankan Harun. Dia melakukan observasi mengenai bagaimana cara penyandang tunanetra merespons berbagai hal di sekitarnya. Mulai berjalan, mencari asal suara, memberi respons gerakan, hingga gestur-gestur khas. Reza bertanya kepada penyandang tunanetra agar lebih bisa menghayati perannya.

Reza pun mempelajari cara berjalan selayaknya tunanetra. Salah satunya, berjalan dengan alat bantu tongkat. “Supaya saya menguasai penggunaan tongkat bagi tunanetra. Yakni, untuk memastikan ruang sekitarnya aman,” tutur peraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2016 itu.

Selain cara berjalan, Reza belajar untuk memfokuskan pandangan ke satu titik. Pandangannya harus dibuat kosong. Hasilnya, dalam trailer The Gift yang sudah beredar, Reza tampak natural ketika memerankan orang buta.

Ada satu adegan yang membuat Reza deg-degan. Yakni, saat Harun berada di jembatan tanpa pagar pembatas. “Selebihnya saya enggak bisa cerita karena terkait plot. Cuma, prosesnya berlangsung lancar dan aman,” tambahnya.

Untuk karakter, Reza mendeskripsikan Harun sebagai sosok yang temperamental dan rapuh. Harun juga dikenal sebagai sosok yang berjiwa seni, yang gemar melukis dan membuat patung. Untuk adegan melukis, Reza tak perlu bersusah payah. Kegemarannya menggambar sangat membantu sehingga dia bisa tampil alami saat berakting melukis.

Berkat peran tersebut, keterampilan akting Reza kian terasah. Dia pun menjadi sosok yang lebih bersyukur. “Saya jadi lebih respek pada mereka yang punya keterbatasan. Sebab, hidup dengan keterbatasan cukup sulit,” ungkapnya.

Selain berakting, Reza terlibat dalam original sound track (OST) The Gift berjudul ‘Pekat’ yang dinyanyikannya bersama Yura Yunita. Lagu yang dirilis pada akhir April itu merupakan karya mereka berdua. “Lagu ini cerminan perasaan kami,” kata Reza.

Awalnya, ‘Pekat’ tidak direncanakan menjadi OST. Namun, Hanung menilai ‘Pekat’ memiliki kisah yang sesuai dengan The Gift. Sang sutradara pun menjadikannya OST.

Ini bukan kali pertama Reza berdendang. Reza dan Yura pernah berkolaborasi dalam proyek Yura dan Tuan-Tuan. Kala itu, mereka menyanyi di event LAFF 2017. “Ini kan bukan pertama kali juga saya nyanyi. Di konser BCL tahun lalu, saya sempat duet sama BCL,” ucap Reza. Saat terlibat dalam proyek film Benyamin Biang Kerok, Reza juga menyanyikan beberapa OST-nya.

Walaupun sudah mencoba bidang tarik suara, Reza tetap berfokus pada akting. Dia telanjur cinta pada seni yang membesarkan namanya itu. Bagi Reza, menyanyi hanya untuk menyalurkan kecintaannya pada seni. (jpg/air/dwi/RBG)