Ribuan Hektare Lahan di Pandeglang Kekeringan

0
90
Ilustrasi

PANDEGLANG – Musim kemarau yang terjadi sejak tiga bulan terakhir menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Pandeglang mengalami kekeringan. Akibat hal itu, pasokan pangan di beberapa wilayah di daerah tersebut pun terancam kekurangan atau terancam mengalami krisis.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang Budi Suherdiman Januardi tak membantah banyak lahan milik petani yang mengalami kekeringan. Menurutnya, hingga kemarin, lahan pertanian yang mengalami kekeringan sebanyak 8.044 hektare, tersebar di Kecamatan Sumur, Cimanggu, Cibaliung, Cibitung, Cikeusik, Cigeulis, Panimbang, Sobang, Munjul, Angsana, Sindangresmi, Picung, Bojong, Saketi, Cisata, Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Carita, dan Kecamatan Mandalawangi. “Data sementara yang ada sebanyak itu,” katanya Senin (26/8).

Budi mengatakan, belum bisa memastikan kondisi tersebut masuk pada level waspada atau krisis pangan. Soalnya, kata dia, dibutuhkan pendataan ulang serta menghitung semua potensi atau kemungkinan terburuk berdasarkan hasil temuan di lapangan.

“Ada mekanisme yang harus kita tempuh sebelum menyatakan kondisi pertanian di Pandeglang masuk level darurat, karena memang ada hitungan dan lainnya,” katanya.

Budi mengaku, untuk mengatasi persoalan itu instansinya telah menerjunkan 128 unit pompa air untuk mengalirkan air ke sawah para petani.

“Tetapi dengan catatan, di lokasi pertanian itu ada sumber mata air yang bisa digunakan untuk mengalirkan air ke sawah-sawah petani. Kalau memang tidak ada sumber air, para petani bisa mengganti dengan tanaman air yang tidak terlalu membutuhkan pasokan air dalam jumlah banyak,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan, Damkar dan Logistik BPBD Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengatakan, kekeringan di Pandeglang masuk dalam level siaga, karena banyak daerah.

“Sudah masuk level siaga, karena memang jumlah wilayah yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih terus bertambah. Kita juga enggak tahu sampai kapan musim kemarau ini berlanjut,” katanya.

Endan memprediksi, puncak musim kemarau akan terjadi antara bulan Juli dan Agustus. Maka dari itu, lanjutnya, permasalahan kekeringan harus segera di atasi, karena akan banyak wilayah yang mengalami krisis air bersih.

“Kalau berdasarkan prediksi itu, wilayah Pandeglang yang mengalami kekeringan kemungkinan masih akan terus bertambah, karena memang puncak musim kemarau belum lewat. Biasanya daerah selatan menjadi daerah paling merasakan kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya. (dib/zis)