Ribuan Umat Islam Nobar Film G30S/PKI

Ribuan orang dari berbagai ormas dan masyarakat sekitar menyaksikan pemutaran film G30S/PKI di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (24/9). FOTO: QODRAT/RADAR BANTEN

SERANG – Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar nonton bareng (nobar) film Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia atau lebih dikenal G30S/PKI di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (24/9) malam.

Ketua FPUIB Zaenal Arifin mengatakan, kegiatan menonton film yang disutradarai Arifin C Noer itu bertujuan untuk mengingatkan kembali kekejian yang pernah diperbuat PKI. Selain nobar, kegiatan juga diisi dengan istigasah dan tablig akbar untuk keselamatan umat Islam dan keutuhan NKRI. “Nobar ini memahamkan generasi muda akan sejarah kekejaman PKI,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sekira seribu orang lebih dari 97 organisasi keagamaan yang ada di Banten, sehingga di sela-sela acara pihaknya menggelar deklarasi antikomunis. “Semua sudah paham kekejaman PKI,” katanya. “Kondisi negara saat ini semakin kacau sehingga umat Islam bergerak dengan sendirinya,” sambung Zaenal.

Lebih lanjut, kehadiran Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen pada saat deklarasi antikomunis, mempertegas bila tidak ada ruang kompromi bersama PKI. Pesan yang disampaikan, kata Zaenal. Akan ada perdamaian dengan PKI bila sama-sama berkomitmen menjaga keutuhan NKRI tanpa ada permintaan maaf dari Pemerintah Indonesia. “Jelas tadi pesan Pak Kivlan. Beliau juga mempertegas tidak ada permintaan maaf dari pemerintah untuk PKI,” terangnya.

Anggota DPRD Provinsi Banten yang hadir dalam kesempatan tersebut, Najib Hamas mengatakan, nobar film PKI merupakan upaya dari tokoh masyarakat Banten untuk mengingat kembali sejarah kelam 1948 dan 1965. “Tadi disepakatan, bila alim ulama Banten peduli dan tetap merapatkan barisan untuk mewujudkan NKRI,” terangnya. “Sekarang ini timbul provokasi perseturuan antar ormas terjadi,” tambah Najib.

Sementara itu, Kodim 0602 Serang pun menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI. Tak tangung-tanggung, nobar dihelat selama empat malam di 35 lokasi berbeda.

Komandan Kodim 0602 Letkol Czi Harry Pratomo mengatakan, nobar melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan dari Rabu (20/9) sampai Sabtu (23/9). “Pelaksanaan hari pertama dilaksanakan secara indoor di Makodim Serang yang diikuti seluruh prajurit bersama keluarga dan masyarakat umum dengan peserta sekira 125 orang,” katanya melalui rilis yang diterima Radar Banten, Minggu (24/9).

Pada malam kedua, nobar dilanjutkan oleh seluruh Komando Rayon Militer (Koramil) yang berada di bawah naungan Kodim 0602 Serang. Dengan jumlah peserta mencapai 713 orang, pelaksanaan dilakukan di delapan lokasi yang berbeda. Baik di Koramil, sekolah hingga perkampungan.

Kemudian, pada Jumat (22/9) nobar dilaksanakan di 15 titik berbeda dengan jumlah peserta hingga 3.135 orang. Sedangkan Sabtu (24/9), meski dilaksanakan pada 11 lokasi, antusias masyarakat lebih banyak dari hari sebelumnya. “Laporan yang masuk pada hari keempat semua peserta mencapi 3.966 orang,” ujar pria yang akrap disapa Harry ini.

Nobar film tersebut dilaksanakan sesuai dengan instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Tujuannya sebagai bentuk pendidikan kepada masyarakat bahwa bangsa Indonesia pernah mengalami tragedi yang memilukan. (Fauzan D-Supriyono/RBG)