Ribuan Warga Pandeglang Belum Memiliki KTP-el

Kantor Disdukcapil Kabupaten Pandeglang sepi pengunjung, Selasa (23/8).

PANDEGLANG – Sedikitnya 9.000 dari 1,1 juta warga Pandeglang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Banyaknya warga yang belum memiliki KTP itu diduga karena kurangnya kesadaran warga tentang pentingnya tanda pengenal tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pandeglang Entis Sutisna tak membantah tentang masih banyaknya warga Pandeglang yang belum memiliki KTP-el. Sesuai Perpres Nomor 112 Tahun 2014 tentang Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan secara Nasional, semua warga negara diharapkan bisa menggunakan KTP-el. Namun, di Kabupaten Pendeglang masih ada yang belum melakukan perekaman. “Sejak tahun 2012, di Kabupaten Pandeglang masih ada 9 ribu lebih warga yang belum melakukan perekaman,” tegasnya, Selasa (23/8).

Entis mengakui, banyaknya warga yang belum melakukan perekaman karena kurangnya kesadaran warga khususnya masyarakat di pedalaman. “Tidak ada deadline (batas waktu) untuk perekaman KTP-el. Jadi, yang belum melakukan perekaman diharapkan agar segera melakukan perekaman,” katanya seraya tak menampik di perkotaan juga ada warga yang belum memiliki KTP-el.

Entis mengklaim, dirinya telah melakukan berbagai cara agar semua warga memiliki KTP-el. Seperti membuat surat edaran ke seluruh kecamatan untuk melakukan pendataan dan meminta warga yang belum melakukan perekaman untuk segera melakukannya. “Kita sudah membuat surat agar semua warga melakukan pendataan untuk pembuatan KTP-el. Tapi, ya tetap ada kendala karena masih ada warga yang beranggapan untuk apa membuat KTP-el kan fungsinya sama dengan yang manual. Padahal, kan enggak begitu,” ujarnya.

Entis menerangkan, KTP-el sangat berguna bagi warga seperti untuk pernikahan, pembuatan akta kelahiran, dan lainnya. Dia berharap, dalam waktu dekat semua warga Pandeglang sudah memiliki KTP-el. “Sepanjang warga tidak melakukan transaksi, itu tidak berpengaruh. Tapi, kalau melakukan transaksi dan lembaga yang bersangkutan mewajibkan menggunakan KTP-el, KTP manual tidak berlaku,” ujarnya.

Hendar, warga Pandeglang yang hendak membuat identitas kependudukan keluarganya, mengaku sempat merasa kesulitan untuk membuat akta kelahiran anaknya karena belum memiliki KTP-el. “Dulu sempat susah juga waktu mau mengurus kelahiran anak. Dari situ saya tahu kalau KTP-el ini penting. Seperti untuk mengurus beberapa keperluan yang sifatnya berkaitan dengan pemerintahan,” akunya. (Adib F/Radar Banten)