Ribuan Warga Pandeglang Kesulitan Air Bersih

0
231 views

PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak dua ribuan warga Pandeglang di delapan kecamatan mengalami kesulitan air bersih.

Kondisi itu terjadi selain karena musim kemarau, juga akibat tidak adanya sarana air bersih.

Sekretaris BPBD Kabupaten Pandeglang Fajri Djaffar mengatakan, delapan kecamatan yang dilanda kekeringan itu adalah Kecamatan Bojong, Picung, Munjul, Sindangresmi, Sukaresmi, Angsana, Panimbang, dan Kecamatan Patia.

“Berdasarkan data yang masuk, ada dua ribuan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di delapan kecamatan,” katanya kepada Radar Banten di ruang kerjanya, kemarin.

Fajri mengatakan, daerah yang mengalami kekeringan paling parah adalah Kecamatan Patia, karena masyarakat yang tinggal di tiga desa di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan air bersih. “Paling parah Patia. Kalau di kecamatan lain paling hanya satu atau dua desa. Tetapi di Kecamatan Patia sudah ada tiga desa yang terkena dampak kemarau, dan banyak masyarakat yang meminta dikirimkan bantuan air bersih,” katanya.

Fajri mengaku telah menyampaikan surat kepada Bupati Irna Narulita agar segera menetapkan status bencana kekeringan dari siaga menjadi waspada. “Kita sudah buat suratnya tinggal ditanda tangani saja. Karena di Banten ada tiga daerah yang dinyatakan darurat kekeringan, yaitu Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Serang. Tetapi setelah diperiksa oleh BNPB, ternyata belum ada kepala daerah yang mengeluarkan status tersebut,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Logistik BPBD Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengatakan, untuk menangani persoalan tersebut, instansinya telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait.

“Untuk saat ini masih bisa ditangani untuk pengiriman air bersihnya, karena kita salurkan air bersih itu untuk kebutuhan pokok, seperti minum dan memasak,” katanya.

Endan mengaku sudah mengusulkan bantuan penambahan tangki air ke BPBD Provinsi Banten. Akan tetapi, kata dia, hingga saat ini belum ada respons. “Kalo pengajuan ke Provinsi sudah, tinggal tindaklanjut saja. Kita juga enggak tahu kapan bisa diresponsnya, tetapi yang pasti sudah kita sampaikan usulan bantuannya. Nanti lah, kita tanyakan lagi mengenai usulan yang kita sampaikan itu,” katanya. (dib/zis)