Ricuh, Panitia Pilkades Kramatwatu Diamankan

SERANG – Ketua Panitia Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang Aceng Rohandi diamankan polisi, Selasa (5/11) malam. Aceng diamankan polisi lantaran kondisi Desa Kramatwatu sempat tidak kondusif usai pemungutan suara.

“Semalam saya dibawa ke Polres. Enggak kondusif di sana (Desa Kramatwatu-red),” ujar Aceng ditemui Radar Banten di Mapolres Serang, Rabu (6/11).

Kegaduhan pilkades Desa Kramatwatu bermula dari tudingan sejumlah masyarakat kepada Aceng. Dia dituduh main mata dengan Edi Suhadi, calon kades yang dinyatakan sebagai pemenang.

Namun, tuduhan tersebut sempat dibantah Aceng. Tetapi bantahan Aceng tak membuat tenang. Situasi Balai Desa Kramatwatu semakin riuh lantaran masyarakat semakin banyak berdatangan. Aceng terpaksa dievakuasi polisi ke Mapolres Serang.

“Awalnya ada perempuan bernama Puput yang minta tambahan surat pemanggilan sebanyak 30 karena ada yang rusak. Tapi, ada pihak lain yang mengatakan kalau Puput ini adalah adik Pak Edi. Padahal, dia adalah ketua KPPS,” kata Aceng.

Puput, kata Aceng sempat dituding menyimpan hampir 500 surat panggilan. Ratusan surat panggilan itu dituding digunakan untuk pemenangan Edi Suhadi. “Ada yang ngomong, kok enak amat Puput itu pegang 482 surat panggilan. Padahal, dia kan ketua KPPS. Dia yang mendistribusikan panggilan,” kata Aceng.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Puput bersama Aceng dan pihak terkait melakukan mediasi di balai desa. Tuduhan itu pun dibantah oleh Puput. “Dia (Puput-red) sampai nangis di sana (balai desa-red),” ujar Aceng.

Dia menduga situasi yang memanas di kampungnya tidak lepas dari kekecewaan calon yang kalah. Apalagi selisih peraih suara terbanyak nomor dua hanya 16 suara. “Selisihnya cuma 16 suara. Calonnya ada lima. Yang enggak terima itu calon nomor 1, 2, dan 4. Kalau calon nomor 5, dia sudah menerima karena selisihnya memang jauh,” kata Aceng.

Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edhi Cahyono mengatakan pihaknya hanya mengamankan Aceng Rohandi. Terkait perselisihan Pilkades diserahkan kepada Kabag Pemdes Pemkab Serang. “Kami hanya mengamankan. Penyelesaiannya di Kabag Pemdes,” tutur Edhi. (mg05/nda/ags)