Rosmawati Meninggal di Suriah, Sempat Dilarang Suami jadi TKI

0
83
Amanudin (kiri) menunjukan foto istri yang meninggal di Suriah di kediamannya, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, Senin (23/8).

SERANG – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Serang mengunjungi keluarga Rosmawati (46), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Pulo, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas yang dikabarkan meninggal dunia di Suriah, Kamis (23/8). Terungkap bahwa keinginan Rosmawati menjadi TKI sempat tidak mendapat izin dari suami.

Pantauan Radar Banten, petugas BP3TKI datang ke rumah keluarga korban bersama pengurus Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Provinsi Banten. Mereka berupaya menenangkan dan memberikan pemahaman kepada suami korban yang meninggal saat bekerja sebagai TKI. Kedatangan mereka bermaksud melakukan pendampingan atas kasus yang menimpa Rosmawati di Suriah.

Suami korban, Amanudin mengaku, tidak pernah merasa memberikan izin kepada istrinya untuk berangkat menjadi TKI. Keterbatasan ekonomi memaksa Rosmawati nekat berangkat ke Suriah menjadi TKI. Diceritakan Amanudin, korban awalnya berangkat menuju Abu Dhabi sekira delapan bulan lalu. Selang satu bulan, korban dipindahkan ke Suriah. “Enggak tahu gimana ceritanya (korban-red) dipindahkan ke Suriah. Terakhir komunikasi itu setelah Lebaran (Idul Fitri-red),” akunya.

Amanudin mengaku, sempat berkomunikasi terakhir bersama korban yang mengaku mengalami rasa sakit pada bagian kaki dan tidak kuat berjalan. Namun, tetap dipaksa bekerja oleh majikannya. “Pernah nelepon pakai handphone temennya, katanya pengen pulang. Tahu-tahu dapat informasi meninggal di sana (Suriah-red),” ujarnya. “Sedih, namanya juga istri, anak-anak juga sedih,” isak Amanudin yang mengaku bersama Rosmawati sudah dikaruniai empat anak.

Saat ini, Amanudin hanya berharap, jenazah istrinya dapat dipulangkan ke kampung halaman. Terkait persoalan hukum, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. “Saya minta tolong pulangkan jenazah istri saya,” pintanya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Program BP3TKI Serang Budi Nurcahyo mengaku, sudah menghubungi PJTKI yang memberangkatkan Rosmawati dan meminta mereka untuk bertanggung jawab atas kasus yang menimpa korban. “Pihak perusahaan sudah mau bertanggung jawab. Kita berikan waktu satu minggu untuk pemulangan jenazah,” terangnya.

Budi membenarkan, Rosmawati berangkat ke Suriah melalui jalur nonprosedural. Lantaran itu, perusahaan terancam terkena sanksi jika terbukti memberangkatkan TKI secara ilegal. “Sanksinya bisa sampai pencabutan izin penyaluran TKI,” tegasnya. (Rozak/RBG)