Rp117,7 Miliar untuk 3.926 Ponpes di Banten

SERANG-Musyawarah Besar (Mubes) V Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten berhasil memilih lima pimpinan baru dengan ketua merangkap anggota Presidium 2020-2025 KH Sulaiman Efendi

    Peserta Mubes V FSPP yang dibuka langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim  juga mengapresiasi kebijakan pemerintah provinsi yang mengalokasikan anggaran bantuan pemberdayaan pondok pesantren sekira Rp117.780.000.000 untuk 3.926 pondok pesantren yang tersebar di 155 kecamatan seluruh wilayah Banten.

    Dalam hal pengembangan pendidikan, FSPP berusaha meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul mengawal peraturan turunan UU Pesantren, mulai peraturan pemerintah hingga peraturan daerah yang relevan. FSPP menghendaki peraturan daerah tentang pendidikan yang mendukung kebinekaan sistem pendidikan pesantren, mulai satuan pendidikan muadalah dan pesantren sebagai penyelenggara satuan pendidikan formal hingga pendidikan takhosus. Misalnya takhosus tahfidz, tafsir, ilmu alat, falaq, dan sebagainya.

    “Dalam bidang dakwah, FSPP bekerja sama dengan Komite Dakwah Khusus (KDK) MUI menyelenggarakan program penguatan akidah umat,” ujarnya KH Sulaiman Efendi.

    Selain itu, secara kreatif mengembangkan media dakwah bagi generasi milenial, baik melalui media sosial, seni budaya, olahraga, penyaluran hobi, dan sebagainya.

    Kata Sulaiman, dalam bidang pemberdayaan masyarakat, FSPP menyambut ajakan Gubernur untuk fokus pada pengembangan kemandirian ekonomi pesantren, terutama dalam penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan. “Gerakan ekonomi pesantren ini diharapkan berdampak pada pembangunan ekonomi masyarakat khususnya pedesaan. Sekaligus mendorong gerakan konservasi dan pelestarian lingkungan,” sambung pimpinan Pondok Pesantren Manahijussadat, Kabupaten Lebak itu. (A Lutfi)