RS Bhayangkara Serang Targetkan Dapat Akreditasi pada 2020

SERANG – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten yang belum lama ini diresmikan menargetkan meraih akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada Juni 2020.

Kabid Dokkes Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Nariyana mengatakan, untuk meraih akreditasi, RS Bhayangkara telah melakukan pelatihan kepada pegawai sejak sebulan lalu. Latihan pertama yang diberikan yaitu mengenai bantuan hidup dasar. Kemudian pada Senin (11/11), ada empat pelatihan yaitu pelatihan pengunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknis cuci tangan bersih, ponek atau pelayanan obstetri neonatal esensial dan emergensi komprehensif untuk menyelamatkan ibu dan anak baru lahir. Materi terakhir tetang komunikasi efektif.

“Hari ini kita melakukan empat kegiatan tersebut,” ujar Nariyana didampingi Kepala RS Bhayangkara Komisaris Polisi dr Eko Yunianto kepada Radar Banten, Senin (11/11).

Permohonan akreditasi dapat dilakukan setelah dua tahun rumah sakit berdiri. Namun RS Bhayangkara Polda Banten mempunyai komitmen untuk lebih awal mendapatkan akreditasi. “Target kita pertengahan Juni 2020 kita sudah akreditasi,” kata Eko.

Kegiatan-kegiatan tersebut kata Nariyana selain syarat mendapat akreditasi juga untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut sejalan dengan program Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. “Kegiatan ini dilakukan juga dalam rangka menjalankan program Kapolri terkait peningkatan SDM yang unggul, dan profesional,” kata Nariyana.

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut SDM di RS Bhayangkara Polda Banten mendapat wawasan dan menerapkannya dalam layanan kepada masyarakat. Khususnya bagi pasien yang berobat di RS Bhayangkara. “Pegawai rumah sakit itu harus menjadi memberikan layanan masyarakat yang prima, profesional, mahir, akuntabel dan responsif,” harap Nariyana.

Kepala RS Bhayangkara Komisaris Polisi dr Eko Yunianto menambahkan kegiatan-kegitan tersebut sangat penting dilakukan. Sebab, pegawai RS Bhayangkara membutuhkan pengetahuan tambahan mengenai empat kegiatan tersebut.”Karena mencuci tangan sendiri ada teknisnya begitu juga dengan komunikasi efektif. Tenaga medis dan non paramedis harus mengedepan etika saat berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya,” kata Eko.

Terkait empat kegiatan tersebut, RS Bhayangkara Polda Banten mendatangkan mereka yang telah memiliki kompentensi dan berpangalaman.”Untuk APAR tadi kita langsung mendatangkan pihak dari pemadam kebakaran,” tutur Eko. (Fahmi Sa’i/aas)