RSDP Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

0
358 views

SERANG – RSUD dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang kewalahan menangani pasien Covid-19 yang terus bertambah. Saat ini, ruang perawatan pasien Covid-19 kembali penuh meski sudah ditambah menjadi 41 ruangan dari sebelumnya hanya tersedia 20 ruangan.

“Hari ini (kemarin-red) penuh (pasien Covid-19-red), ada 41 pasien yang dirawat. Semuanya positif (terkonfirmasi positif Covid-19-red). Bahkan, tadi malam (kemarin malam-red) ada lima pasien yang belum bisa masuk ruangan,” ungkap Humas RSDP drg Khoirul Anam kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Rabu (30/9).

Selain ruang isolasi, kata Anam, pihaknya juga mengubah ruang perawatan umum di RSDP menjadi ruang perawatan khusus pasien Covid-19. Yakni, Ruangan Muzdalifah, Ruangan Mina, dan Ruangan Arafah. “Satu blok itu (ruang perawatan-red) kita jadikan khusus untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Disebutkan Anam, ke-41 pasien Covid-19 berasal dari empat kabupaten kota. Yakni, Kabupaten Serang, Kota Serang, Cilegon, dan Pandeglang. “Paling banyak dari Kota Serang (pasien Covid-19-red). Mereka (pasien-red) ada yang rujukan, ada juga yang langsung datang ke RSDP,” terangnya.

Untuk petugas medis yang menangani Covid-19, ditegaskan Anam, saat ini masih dalam kondisi sehat. Katanya, ada 28 dokter di RSDP yang bertugas menangani pasien Covid-19. “Tugas dokter disesuaikan. Kalau butuhnya jantung kita siapkan. Kalau paru juga kita siapkan. Jadi, seluruhnya ada 28 dokter. Doakan semuanya sehat,” pintanya.

Walaupun RSDP dijadikan sebagai rumah sakit rujukan, pihaknya merasa keberatan jika pasien Covid-19 terlalu dibebankan semua kepada RSDP. Padahal, Walikota Serang sudah mengeluarkan surat keputusan bahwa lima rumah sakit di wilayah Kota Serang juga bisa melayani perawatan pasien Covid-19. “Kalau nanti ada penambahan lagi (pasien Covid-19-red), belum tahu nih bagaimana ke depannya,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi mengatakan, selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kasus terkonfirmasi Covid-19 cukup tinggi. Menurut Agus, kondisi itu dipicu pihaknya semakin gencar melakukan test swab kepada masyarakat. “Jadi, kita lebih cepat memetakan penyebaran kasus Covid-19,” terangnya.

Agus mengungkapkan, saat ini ada 72 warga positif Covid-19 di Kabupaten Serang yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Agus memprediksi, kasus berpotensi terus meningkat jika upaya isolasi mandiri tidak diawasi ketat. “Memang harus dilakukan penindakan untuk membuat warga menjadi tertib,” tandasnya. (jek/zai)