RSDP Rawat Tiga PDP

Pengunjung berjalan di kawasan rumah sakit usai menjenguk pasien di RS dr Dradjat Prawiranegara pekan lalu.

SERANG – Pasien dalam pengawasan (PDP) coronavirus disease (Covid-19) yang dirawat di RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang (RSDP) bertambah, dari dua orang menjadi tiga orang. Satu pasien baru itu merupakan warga Kecamatan Petir yang berprofesi sebagai buruh konveksi di Tangerang.

Hal itu diungkapkan Humas RSDP Khoirul Anam kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (4/4). Anam mengatakan, pihaknya menerima PDP baru pada Jumat (3/4) sekira pukul 19.00 WIB. “Pasien warga Desa Nagarapadang, Kecamatan Petir. Pasien usianya 40 tahun, langsung kita tangani dan dirawat di ruang isolasi,” ungkapnya.

Disebutkan Anam, pasien berprofesi sebagai buruh konveksi di Kabupaten Tangerang. Pasien mengalami gejala nyeri ulu hati, demam, batuk, dan mual. “Statusnya sudah ditetapkan PDP,” tegasnya.

Sekadar diketahui, RSDP sudah merawat 14 orang PDP sejak coronavirus disease (Cobid-19) mewabah. Tiga di antaranya termasuk dari Kecamatan Petir saat ini masih dirawat, satu meninggal dunia asal Kabupaten Pandeglang, sementara yang lain sudah dinyatakan negatif dan sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Dua PDP lain yang masih dirawat, yakni bayi berusia enam bulan asal Kecamatan Anyar dan warga asal Kabupaten Serang yang berprofesi sebagai ojek online di Jakarta.

Dihubungi¬† terpisah, Camat Petir Asep Herdiana membenarkan, ada warganya yang PDP sedang dirawat di RSDP. Katanya, pasien baru pulang dari tempat kerjanya di Kabupaten Tangerang. “Begitu pulang sudah ada gejala dan dibawa ke RSDP. Tapi ini masih pemeriksaan yah,” ujarnya.

Kata Asep, pihaknya juga sudah meminta pihak keluarga dan orang terdekat pasien untuk melakukan isolasi mandiri di rumah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Disebutkan Asep, jumlah warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Serang mencapai 41 orang. Puluhan ODP mayoritas warga yang baru pulang dari daerah zona merah Covid-19. “Kita terus melakukan pemantauan bersama-sama tim medis,” tandasnya. (jek/zai/ags)