RSUD 8 Lantai Butuh Rp281 Miliar

Seorang pengunjung sedang melihat maket RSUD Banten yang rencananya akan dibangun delapan lantai, Selasa (16/7). Pembangunan itu dilakukan tahun depan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga.

SERANG – Pemprov Banten berencana membangun gedung baru di kawasan RSUD Banten setinggi delapan lantai. Berdasarkan Detail Engineering Design (DED), untuk pembangunan gedung delapan lantai itu, Pemprov harus menggelontorkan dana Rp281 miliar. Angka itu belum termasuk alat kesehatan (alkes) dan mebeler.

Direktur RSUD Banten dr Danang Hamzah Nugroho mengatakan, pembuatan DED sudah rampung beberapa waktu lalu. “Tapi kami review lagi sesuai dengan hasil rapat bersama para dokter spesialis,” ujar Danang di ruang kerjanya, Kamis (17/10).

Mantan Direktur RSUD Malingping ini mengatakan, pembangunan gedung baru itu tidak dilakukan dalam satu tahun, tetapi dua tahun. Di tahun pertama yakni 2020, Pemprov mengalokasikan anggaran Rp60 miliar untuk pembangunan struktur gedung. Kemudian, di tahun berikutnya yakni 2021, Pemprov mengalokasikan Rp221 miliar untuk finishing pembangunan serta instalasi pembuangan air limbah. “Kalau untuk alkes dan mebeler belum kami hitung,” terangnya.

Danang mengatakan, pembangunan gedung baru itu memang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang banyak. Kondisi eksisting, jumlah tempat tidur pasien di RSUD Banten hanya 131 unit untuk semua kelas. Sedangkan kelas tiganya hanya 88 tempat tidur. “Dan setiap hari selalu penuh,” ujarnya.

Kata dia, di lantai tiga, empat, dan lima gedung baru nanti akan dipergunakan sebagai ruang rawat inap kelas tiga dengan jumlah tempat tidur sebanyak 180 unit. Jumlah tempat tidur per lantainya yakni 60 unit.

Sedangkan di lantai enam dan tujuh akan digunakan untuk ruang inap kelas satu dan dua dengan jumlah tempat tidur per lantainya 44 unit. Sementara lantai paling atas yaitu lantai delapan digunakan untuk ruang inap VIP dan VVIP sebanyak 19 tempat tidur.

Kata dia, dengan adanya pembangunan gedung baru itu, sebenarnya jumlah kebutuhan tempat tidur masih kurang. (Rostinah)