SERANG- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten drg Andi Fatmawati membantah pihaknya telah melakukan pemecatan terhadap 12 dokter spesialis di tempatnya. Fatmawati menjelaskan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah pemberhentian empat dokter berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang diminta rumah sakit asal tempat mereka bertugas.

“Bukan pemecatan dan bukan 12, cuman empat orang yang memang PNS di RS lain,” terang Fatmawati kepada radarbanten.com, melalui ponsel, Kamis (8/1/2015).

Fatmawati menjelaskan bahwa dokter yang dikeluarkan dari RSUD Banten tersebut lulus tes sebagai PNS dan ditugaskan di rumah sakit lain, salah satunya PNS RSUD Serang. “Khususnya dr Omat itu dia lulus PNS di RS Serang. Jadi direkturnya menyurat ke kami bawa dr Omat tidak boleh lagi full time (bekerja penuh-red) di RSUD Banten,” terangnya.

Lebih lanjut ia menegaskan kepada wartawan bahwa tidak ada pemecatan. “Nggak ada pemecatan dokter. Yang benar itu kami tidak kerjasama lagi karena mereka para dokter PNS di rumah sakit lain. Dalam aturannya tidak boleh full time lagi di RSUD Banten. Jadi kontrak tidak diperpanjang lagi,” pungkasnya. (Wahyudin)