RSUD Banten Jadi RS Khusus Tangani Corona

0
19.533 views
RSUD Banten di Jalan Syekh Nawawi Albantani, Banjarsari, Cipocok Jaya, Kota Serang.

SERANG – RSUD Banten ditetapkan menjadi rumah sakit khusus penanganan virus corona di Banten. Dengan begitu, RS yang berada di Jalan Syekh Nawawi Albantani itu tak lagi menerima pasien umum.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, mulai Rabu (25/3) RSUD Banten hanya untuk pasien Covid-19. “Ada 250 tempat tidur yang disediakan di RSUD Banten untuk pasien Covid-19,” ujar Ati melalui telepon seluler, Minggu (22/3).

Ati mengatakan, RSUD Banten tidak menerima pasien umum selama tiga bulan ke depan. Sementara itu, pasien yang ada rencananya akan dipindahkan ke RSUD Kota Serang dan RS lainnya. Pihaknya sedang melakukan perjanjian kerja dengan RS terkait.

Kata dia, penetapan RSUD Banten sebagai RS khusus Covid-19 merupakan upaya Gubernur Banten dibantu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dokter spesialis.

Mantan Direktur RSUD Balaraja ini mengatakan, saat ini hampir seluruh RS ada di Banten yang mempunyai ruang isolasi merawat pasien dalam pengawasan (PDP). Meskipun RS rujukan yang resmi ada lima yakni RSUD Tangerang, RS Siloam Kelapa Dua, RSUD Balaraja, RSUD dr Drajat Prawiranegara, dan RSUD Banten.

Ati mengungkapkan, penetapan RSUD Banten sebagai RS khusus karena selama ini pasiem kesulitan rujukan lantaran penuh sehingga tidak bisa tertampung. “Ini untuk antisipasi lonjakan ke depan,” terangnya. Kata dia, pada prinsipnya semua RS mendukung hal itu.

Terpisah, Direktur RSUD Banten dr Danang Hamsah Nugroho mengatakan, RSUD Banten sudah tidak menerima pasien umum. Hal itu untuk mempersiapkan kebijakan Gubernur terkait penetapan RSUD Banten sebagai RS khusus Covid-19. Pasien yang ada saat ini apabila sudah pulih dipersilakan pulang dan bagi yang belum akan dipindahkan sesuai kondisi pasien masing-masing. Pihaknya masih menyusun rencana untuk alih rawat bagi pasien.

“ICU masih. Kami juga masih menerima UGD. Kasihan kalau UGD tidak dilayani,” terangnya. Sedangkan yang tidak bisa dilayani lagi yakni pasien umum untuk rawat jalan dan rawat inap yang akan dialihkan ke RS lain.
Danang mengatakan, ada 250 tempat tidur dan peralatan yang disiapkan untuk penanganan pasien covid-19. (Rostina)