RSUD Banten Tambah Ruang Isolasi

Ketua DPRD Banten Andra Soni (kanan) melakukan peninjauan ke RSUD Banten yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan khusus penanganan Covid-19, Selasa (24/3).

650 Tenaga Medis Disiapkan

SERANG – Mulai kemarin, RSUD Banten khusus beroperasi sebagai Pusat Rujukan Covid-19 di Provinsi Banten. Operasional khusus RSUD Banten juga sudah disiapkan. RSUD yang berada di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani ini didukung oleh 650 sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga penunjang umum lain.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, RSUD Banten juga menyediakan sarana prasarana di antaranya adalah 17 unit hepa filter. “Menambah 37 unit ruang ventilator (ruang isolasi-red) dalam dua tahap serta menyediakan berbagai ruang sesuai standar prosedur,” ujar Ati dalam press release, Selasa (24/3).

Selama operasional khusus, pasien lain yang biasa dilayani RSUD Banten khususnya dengan pelayanan kesehatan dari Pemprov Banten Melalui surat keterangan tidak mampu (SKTM) akan dipindahkan ke RSUD Kota Serang, RS Sari Asih Kota Serang, dan RS Hermina Serang.

Ia menyatakan, sesuai instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim, pihaknya menambah kapasitas ruang isolasi untuk pasien Covid 19, Dinkes Provinsi Banten menjadikan RSUD Banten sebagai Pusat Rujukan Covid 19. Dalam rapat terbatas dengan Gubernur dan sejumlah kepala OPD Pemprov Banten, ia mengatakan, dana tak terduga (DTT) yang dialokasikan untuk penanganan covid-19 sudah dibelanjakan alat kesehatan dan kebutuhan obat-obatan dan vitamin. Kebutuhan operasional RSUD selama tiga bulan juga akan dipenuhi.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Pemprov Banten telah menambah rumah sakit rujukan menjadi enam. Penambahan rumah sakit rujukan di Provinsi Banten ditujukan agar masyarakat Banten tidak lagi bergantung pada RS Sulianti Saroso dan RS Persahabatan di Jakarta. Selain itu, untuk pemeriksaan pasien positif atau negatif Covid-19, Pemprov telah menyiapkan Laboratorium Kesehatan Provinsi Banten dan Laboratorium RSUD Tangerang. Ditambah dengan test kit bantuan pemerintah pusat yang telah diterima Pemprov Banten untuk pendeteksian massal.

Kata dia, Pemprov juga telah melakukan pengadaan obat avigan untuk menangani pasien virus corona. Bahkan, Pemprov juga telah menjajaki hubungan langsung dengan produsen obat dan test kit. “Kami siapkan dana yang semula untuk proyek lain, semua kita konsentrasikan untuk pengadaan penanganan Covid-19 demi kebaikan dan ketenteraman masyarakat,” jelasnya.

WH mengaku berkomitemen membiayai RS khusus dari APBD, termasuk gaji tenaga medis hingga makan minumnya. RS khusus itu dikelola secara khusus ditangani dengan dokter-dokter khusus dan dibiayai juga secara khusus oleh Pemprov.

Orang nomor satu di Banten ini mengaku prihatin dengan kondisi saat ini. Masyarakat diiimbau untuk menjaga diri, melindungi diri, dan menjaga serta melindungi orang lain. “Semua aktivitas sosial agar memperhatikan protokol kesehatan. Bila perlu tidak melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi penularan sampai waktu yang ditinjau nanti. Mari bersama kita melawan corona untuk kita semua dan memberikan manfaat pada kita semua,” pungkasnya.        

Terpisah, Direktur RSUD Banten dr Danang Hamzah Nugroho mengatakan, pihaknya akan menerima pasien baru. “Bukan dari RS lain yang sudah dirawat. Tapi kasus baru,” ujarnya.

DEWAN TINJAU RSUD BANTEN

Ketua DPRD Banten Andra Soni didampingi Ketua Komisi V Muhammad Nizar melakukan peninjaun ke RSUD Banten, Selasa (24/3). Peninjauan itu dilakukan guna memastikan kesiapan rumah sakit milik Pemprov Banten yang telah ditetapkan menjadi RS Pusat Rujukan Covid-19 di Provinsi Banten.

Pantauan Radar Banten, kedatangan orang nomor satu di DPRD Banten bertepatan dengan kegiatan simulasi penanganan pasien yang sedang dilakukan jajaran RSUD Banten, sekira pukul 13.45 WIB.

Dengan mengenakan masker, Andra dan Nizar langsung meninjau ruang isolasi yang disiapkan RSUD Banten. Keduanya langsung menemui Direktur RSUD Banten dr Danang Hamsah Nugroho yang masih memimpin jajarannya mempersiapkan ruang isolasi.

Hampir satu jam melakukan tinjauan, Andra Soni mengapresiasi kinerja jajaran RSUD Banten mempersiapkan diri sebagai RS Pusat Rujukan Covid-19. “Secara umum RSUD Banten sudah siap menjalankan tugasnya sebagai pusat rujukan Covid-19 di Banten, ruang isolasi sudah disiapkan,” kata Andra kepada wartawan, Selasa (24/3).

Ia melanjutkan, kedatangannya ke RSUD Banten untuk memastikan semua alat kesehatan yang dibutuhkan RSUD Banten telah sesuai aturan dalam menangani Covid-19. “Pemprov Banten sudah menyiapkan anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk melakukan pencegahan dan penanganan wabah virus corona di Banten. Jadi kami dukung penuh kebijakan itu, sehingga RSUD Banten tidak mengalami kendala apa pun sebagai RS rujukan,” tegasnya.

Andra pun sempat memberikan dukungan kepada jajaran RSUD Banten untuk bekerja profesional menjalankan tanggungjawabnya. (nna-fdr-jek-den/air/ags)