RSUD dr Dradjat Prawiranegara Kini Punya Ruang Rawat Inap Mewah

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menguji fasilitas mesin anjungan pendaftaran pasien melalui sistem online, Selasa (15/5).

SERANG – RSUD dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang yang beralamat di Jalan Rumah Sakit Nomor 1, Kota Serang, meresmikan gedung mewah yang menyediakan fasilitas ruang rawat inap pasien jantung dan pemindahan pasien berkapasitas 41 ruangan, Selasa (15/5). Pembangunan gedung menelan anggaran hingga Rp3,3 miliar dari APBD, belum termasuk anggaran pendukung sebesar Rp500 juta.

Gedung dua lantai dilengkapi dengan lift mewah sekelas hotel bintang lima itu diresmikan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Turut mendampingi Tatu, yakni Penjabat (Pj) Sekda Pemkab Serang Agus Erwana, Direktur RSDP dr Agus Gusmara, serta beberapa kepala OPD di lingkungan Pemkab Serang.

Direktur RSDP dr Agus Gusmara mengatakan, ruang rawat inap yang baru diresmikan awalnya untuk ruang perawatan dengan bangunan satu lantai. Setelah itu, ruangan direhabilitasi selama dua tahun menjadi dua lantai untuk menambah kapasitas ruang. “Kita satukan dengan bangunan sebelah untuk efisiensi liftnya. Sekarang jadi satu, tapi bertambah luas. Ada dua ruang, yaitu ruang Mawar untuk spesialis jantung dan Wijayakusuma untuk pemindahan pasien,” ujarnya.

Agus memastikan, pihaknya sudah memiliki dokter spesialis jantung yang baru menyelesaikan pendidikannya dan akan mulai beroperasi setelah Idul Fitri. “Pembangunan gedung menelan anggaran Rp3,3 miliar dari APBD dengan anggaran pendukung Rp500 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyatakan bahwa gedung yang diresmikan dengan fasilitas dua ruang rawat inap itu mampu menampung 41 ruangan. Meski sudah ada penambahan ruang, diakui Tatu, RSDP masih kekurangan ruangan untuk rawat inap pasien. “Baru ada 400 ruangan dari kebutuhan 700 ruangan,” ungkap politikus Golkar itu.

Ibu tiga anak itu menambahkan, RSDP sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Pemprov Banten sebagai rumah sakit rujukan regional untuk lima kabupaten kota di Banten. Yakni, Kabupaten Serang, Kota Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak. Oleh karena itu, menurut Tatu, sarana prasarana di RSDP harus dapat memenuhi pasien dari lima wilayah tersebut. Seperti ruang perawatan, tenaga medis, hingga sarana prasarana lainnya. “Kami harap anggaran dari provinsi dan pusat bisa membantu,” harapnya.

Kabag Umum RSDP Imron Ruhyadi menambahkan, standardisasi 41 ruang rawat di ruang Mawar dan Wijayakusuma disamaratakan seperti ruangan rawat inap lainnya. Ruangan juga menerima layanan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) mulai dari kelas I sampai kelas III.

“Tidak ada yang dibedakan. Semua fasilitas layanan kita bisa digunakan peserta BPJS, hanya saja bedanya gedung baru,” tegasnya.

Dijelaskan Imron, ruang untuk kelas I kapasitas dua kamar, kelas II kapasitas tiga sampai empat kamar, dan kelas III berkapasitas empat kamar. Soal tarif disesuaikan dengan layanan BPJS. “Fasilitasnya sama saja. Cuma yang ruang Mawar ini untuk spesialis jantung dan ruang Wijayakusuma untuk perbidanan,” jelasnya. (Rozak/RBG)