RT 007 RW 003 Pekijing Juara Umum LRLA 2020

0
783 views
Ketua RT 007 Muhammad (kiri) berfoto bersama Camat Taktakan Farach Richi (ketiga dari kanan) usai menerima penghargaan juara umum LRLA Kota Serang 2020, Selasa (27/10).

Menata Kampung Sampai Sakit-sakitan, Berbuah Kemenangan

Sejak Februari hingga Oktober 2020, warga RT 007 RW 003, Lingkungan Pekijing, Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, gotong royong menata kampung. Siang dan malam berjibaku hingga Ketua RT 007 Muhammad jatuh sakit. Perjuangan itu berbuah kemenangan juara umum Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020.

Haidar – Serang

Selasa (27/10) pagi, lapangan futsal Radar Banten Arena mulai didatangi para ketua RT, RW, lurah, camat se-Kota Serang, kepala OPD, tokoh masyarakat, dan undangan lain. Alunan musik pop yang dibawakan Baraya Band menghangatkan suasana. Kedua host Awarding LRLA 2020, Andre AP dan Rita Darmayanti pun mencairkan acara dengan canda dan guyonan khas keduanya.

Ketua RT 007 Pekijing Muhammad bersama Ketua Pemuda RW 003 Budi Adi berangkat dari rumah pukul 07.30 WIB menaiki kendaraan roda dua. Dalam perjalanan yang menempuh jarak 1 kilometer, Muhammad beberapa kali mengungkapkan perasaan yang campur aduk. Rasa penasaran, deg degan, gugup, takut, dan senang, semua bercampur menjadi satu.

Sesampainya di halaman Kantor Radar Banten, rombongan  duduk di sudut belakang kanan dari panggung utama Awarding LRLA. Acara dibuka oleh Walikota Serang Syafrudin dan penyampaian sambutan oleh Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi. Setelah itu, barulah diumumkan pamenang kategori lomba.

Kategori pertama yang diumumkan partisipasi masyarakat terbaik. Muhammad seolah tak percaya. Lelaki yang berprofesi sebagai sopir angkot di wilayah Kota Serang tak lupa mengucap syukur, nama Pekijing muncul di urutan pertama. “Saya enggak nyangka, naik ke panggung besar untuk menerima penghargaan,” ungkapnya.

Ayah lima anak itu turun dari panggung dengan mata berbinar. Raut kebahagiaan tergambar jelas dari wajahnya. Selang beberapa menit, nama kampungnya kembali disebutkan untuk menerima penghargaan, hampir semua kategori penilaian. Pekijing selalu mendapat juara di banyak kategori. “Karena capek naik turun panggung, akhirnya gantian sama Adi,” ujarnya.

Puncaknya, di akhir acara, saat semua pemenang kategori disebutkan, kedua host memanggil tamu undangan ke atas panggung seperti Walikota Serang  Syafrudin, tokoh masyarakat Banten Embay Mulya Syarief, Dandim 0602/Serang Kolonel Inf Suhardono, Wakapolres Serang Kota Kompol Mirodin, Kasi Intel Kejari Serang Mali Dian, Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi, dan lainnya.

Diumumkanlah Pekijing sebagai juara umum LRLA Kota Serang 2020. Muhammad beberapa kali terlihat mengusap mata. Kedua tangan diangkat ke atas kepala sambil mengucap syukur. Langkahnya pasti menuju panggung untuk kesekian kali, didampingi Lurah Kalanganyar Anis Rohman dan Camat Taktakan Farach Richi, ayah lima anak itu menerima piala yang diberikan langsung oleh Walikota.

“Saya benar-benar enggak nyangka bakal bisa foto bareng orang-orang besar, ini pengalaman luar biasa,” kata Muhammad seusai acara.

Namun, bagi lelaki yang gemar mengenakan topi ini, kemenangan bukan segalanya. Di balik pencapaiannya bersama warga Pekijing sebagai juara LRLA, terselip perjuangan dan pengorbanan yang tak bisa dihitung oleh angka. “Saya berangkat kerja narik angkot jam lima subuh, pulang jam 10 pagi, langsung ngajak warga gotong royong sampai malam,” curhatnya.

Penataan dilakukan secara bertahap di tiga lokasi berbeda, yakni di bagian depan, tengah dan belakang kampung. Warga juga membuat jadwal gotong royong. Setiap hari ada kelompok warga beranggotakan tujuh orang yang mengerjakan penataan. “Jadi setiap hari proses penataannya enggak berhenti,” terangnya.

Hal itu dilakukan agar target penataan tidak meleset dari rencana awal. Soalnya Kampung Pekijing memiliki luas yang besar yakni hampir 1.000 meter persegi, Muhammad sebagai ketua RT harus selalu siap bersama warga memantau proses penataan. “Mau hujan mau panas, gotong royong mah tetap berjalan,” katanya.

Bukan hanya itu, Muhammad juga harus memastikan kegiatan ronda malam tetap aktif. Ia biasa menemani warga sambil ngopi dan makan bersama di pos ronda hingga larut malam. “Sering banget begadang, padahal besoknya harus narik dan gotong royong lagi,” ungkapnya.

Hingga suatu hari, tubuh ringkih Muhammad tak sanggup bangkit dari tempat tidur. Badannya panas dan menggigil, ia hanya bisa memanggil istrinya untuk dibuatkan teh atau bubur. “Ngedrop badan saya, enggak kuat karena terlalu diporsir,” curhatnya.

Hal itu tak hanya dialami Muhammad, tapi juga warga lain termasuk Adi, ketua pemuda yang aktif menggerakkan remaja Kampung Pekijing untuk gotong royong. “Kita ambil bambu ke hutan, bikin replika kuda dan gapura, semua dikerjakan dengan kekompakan,” ujarnya.

Termasuk swadaya warga, Adi mengungkapkan, semua warga di kampungnya aktif menyumbangkan uangnya untuk modal penataan. Salah satu warga yang juga termasuk tokoh masyarakat setempat, bernama Edi Supriadi, selalu siap menyumbang untuk membuat berbagai macam kreasi di lingkungan Pekijing.

“Sekarang kami punya taman bermain anak, kebun tanaman obat keluarga, replika kuda, semua rumah dipagar dan banyak tanaman bunga,” jelasnya.

Mereka berencana akan melaksanakan selametan atas pencapaian juara 1 LRLA Kota Serang 2020. Selebihnya, warga berjanji bakal merawat kampungnya agar tetap bersih, indah, dan aman. “Perjuangan belum selesai, kita harus terus merawat tanaman dan kebersihan,” pungkas Adi. (*)