RT 04 Nyapah Masjid Barat Tidak Zonk Lagi

0
670 views

WALANTAKA – Warga RT 04 RW 02, Lingkungan Nyapah Masjid Barat, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, bertekad, lingkungannya tidak mau disebut zonk alias nol lagi. Mereka mulai menata kampungnya menuju penilaian tahap dua Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020.

Ketua RT 04 Fatoni menerangkan, tekad warganya itu setelah belajar dari penilaian tahap pertama LRLA. Saat itu, RT ini belum ditata. Belum dibenahi. Namun, dua pekan lalu, warga secara bertahap mulai membenahi lingkungannya.

“Pokoknya, kita mau buktikan ke juri kalau lingkungan kita bagus. Enggak mau zonk lagi,” tukas Fatoni kepada Radar Banten, Minggu (14/6).

Penataan dimulai dengan membuat spanduk bertuliskan “Selamat Datang Kampung Resik Lan Aman di Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang”. Spanduk ini telah dipasang di bagian atas gapura RT 04.

Warga kemudian melanjutkan kegiatannya dengan membersihkan lingkungan dari sampah. Kebersihan di lingkungan rumah warga, menjadi tanggung jawab pemiliknya. Warga telah sepakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. \

“Kita tekankan, lingkungan harus selalu dalam keadaan bersih,” tandas Fatoni.

Setiap hari Sabtu dan Minggu, warga RT ini membuat pagar dari bambu. Pagar sepanjang 300 meter telah terpasang di pinggir jalan. Warga akan mengecatnya dengan beberapa warna. “Pengecatannya, dua minggu sebelum penilaian. Biar pas juri datang, warnanya masih jreng,” ungkap Fatoni.

Penghijauan dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga juga masuk perencanaan. Ada tiga jenis tanaman yang akan ditanam. Yakni ,cabai rawit, cabai merah, dan terong. Bibitnya baru dibeli dan akan disemai sebelum diserahkan kepada warga. “Tunggu seminggu lagi, baru siap tanam,” kata Fatoni.

Lurah Nyapah Oewin Kurniawan mengaku, penilaian tahap kedua LRLA menjadi ajang pembuktian kalau warganya semangat dan kompak menyambut LRLA. “Jangan sampai dibilang zonk lagi. Kita bakal upayakan dapat juara,” ujarnya.

Oewin mengaku, setiap pekan, akan terus memantau persiapan enam RT di wilayahnya yang ikut LRLA. Ia berharap, gotong royong warga tak berhenti ketika lomba selesai, tapi terus berkelanjutan agar lingkungan tetap bersih dan aman. “Harus tumbuh kesadaran gotong royong warga seperti dulu,” imbaunya (mg06/don)