JAKARTA – Politisi Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Ia mengaku sudah meminta izin kepada Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Tapi yang jelas langkah yang aku ambil, aku mohon izin pada ketua umum Pak SBY dan Pak SBY betul seorang negarawan, beliau mengizinkan. Kemarin (aku mohon izinnya),” kata Ruhut, Minggu (22/6).

Saat meminta izin ke SBY, Ruhut menyampaikan dirinya akan berada di kubu Jokowi-JK. “Ya silakan,” ucapnya meniru tanggapan SBY.

Keputusan Ruhut mendukung Jokowi-JK berbeda dengan keputusan beberapa kader PD yang memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Begitu dikonfirmasi soal itu, Ruhut menjawab itulah kelebihan PD dibanding partai lainnya.

“Itulah aku bangga, aku senang sebagai kader demokrat. Demokrasi sangat indah di Partai Demokrat. Jadi tidak seperti partai lain ada pecat memecat, di kami tidak, mengalir,” ucap Ruhut.

Ruhut menjelaskan, meskipun SBY bersikap netral, kader PD dipersilakan untuk memberikan dukungan kepada salah satu pasangan capres dan cawapres.

“Ketua umum kami presiden, beliau netral, tapi kadernya silakan (memberikan dukungan ke salah satu pasangan capres-cawapres). Tapi memang etika harus kita hormati. Aku datang menghadap ketum aku Pak SBY,” tuturnya.

Lebih lanjut Ruhut menjelaskan, dirinya pada hari Rabu (25/6) akan menjadi juru kampanye Jokowi di beberapa daerah. Ia pergi mendampingi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan yang juga mendukung Jokowi-JK.

Ruhut mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Luhut. “Karena sebelumnya kan aku diundang oleh Pak Luhut Panjaitan dan kawan-kawan. Hari Rabu (25/6) aku mulai jadi jurkam di Sulawesi Utara, Makassar, Medan, dan Pekanbaru. Aku mendampingi Pak Luhut Panjaitan,” tandasnya.

Ruhut juga menjelaskan sejumlah alasan kenapa dirinya akhirnya memilih untuk berada di barisan Jokowi-JK. “Dua-dua kubu ini kawan baik saya, tapi kata hati saya jatuh kepada Pak Jokowi-JK,” kata Ruhut.

Ruhut menyatakan, ada beberapa alasan yang membuat dirinya mendukung Jokowi-JK. Pertama, kata dia, visi misi keduanya sesuai dengannya. “Ya visi misinya bisa sesuai dengan aku. Saya ingin orang bicara dengan fakta-fakta dan bukti-bukti karena orang hukum,” ujar Ruhut.

Alasan berikutnya, lanjut Ruhut, karena balas jasanya kepada PDI Perjuangan yang telah memberikan dukungan kepadanya sewaktu mau menjadi Ketua Komisi III DPR.

“Pada waktu itu PDIP walaupun oposisi, waktu aku mau jadi ketua komisi III, kawan-kawan koalisi itu takut karena aku didukung Abraham Samad karena aku bersih. Hanya PDIP yang mendukung aku,” ucap Ruhut.

Ruhut menambahkan, elektabilitas Jokowi kerap disebut sudah stagnan. Sementara Prabowo disebut terus mengejar bahkan melampaui elektabilitas Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu.
“Aku selalu ingin membela yang di mata lawan bilang dia lemah. Aku suka membela orang yang lemah karena lawan selalu anggap enteng Pak Jokowi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Ruhut rencananya akan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi-JK besok, Senin (23/6). (gil/jpnn)***