Rumah Ambruk Disapu Angin Kencang

Pemilik rumah didampingi Babinsa Carenang membereskan puing rumah yang ambruk akibat cuaca ekstrem di Desa Pamanuk, Kecamatan Carenang, Kamis (9/1).

CARENANG – Rumah semi permanen milik Sakon (48), buruh tani di Kampung Bojong Herang, Desa Pamanuk, Kecamatan Carenang, ambruk diterjang hujan deras yang disertai angin kencang. Kondisi rumah saat ini mengalami rusak berat.

Pantauan Radar Banten, Kamis (9/1) siang di lokasi kejadian, pemilik rumah dibantu Babinsa Koramil Carenang membereskan puing-puing bangunan. Kondisi rumah terlihat tinggal kerangka.

Camat Carenang Samsuri mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan Pemerintah Desa Pemanuk untuk membantu warga yang rumahnya ambruk. “Cuacanya ekstrem, makanya rumah warganya sampai ambruk,” ungkap Samsuri kepada Radar Banten.

Samsuri mengaku, sudah mengunjungi lokasi kejadian dan memastikan keadaan warga yang rumahnya roboh dalam keadaan selamat. “Rumah ambruk karena hujan deras yang disertai angin kencang,” terangnya.

Samsuri mengimbau agar warga selalu waspada lantaran musim penghujan ini curah hujan tinggi dan angin kencang. “Kami harap warga Carenang berhati-hati dan tetap waspada,” imbaunya.

Terkait itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku, sudah menerjunkan tim untuk melakukan validasi data ke lokasi kejadian. “Kami pastikan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini,” tegasnya.    

Kata Nana, rumah yang ambruk dihuni lima jiwa itu kondisinya saat ini  mengalami rusak berat. Saat ini korban membutuhkan beberapa bantuan logistik seperti family kit, peralatan kebersihan, terpal, baby kit, dan makanan. “Kami sudah berikan bantuan sederhana,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, lanjut Nana, pemilik rumah mengalami kerugian sebesar Rp25 juta. Untuk membereskan puing bangunan dibantu Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Carenang, Pemerintah Desa Pamanuk, dan warga setempat. “Cuaca memang sedang ekstrem, jadi harus lebih wapada pada bencana,” imbaunya. (mg06/zai/ira)