Rumah di Cibadak Terbakar, Bayi Empat Bulan Tak Bisa Diselamatkan


LEBAK – Rumah pasangan Ahmad (61) dan Komariah, warga Kampung Rancasema, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, ludes terbakar pada Senin (21/10) sekira pukul 19.00 WIB. Akibatnya, seorang bayi berusia empat bulan yang tak bisa diselamatkan meninggal. Bayi itu mengalami luka bakar di bagian tubuhnya.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, kebakaran di rumah Ahmad dan Komariah diduga akibat korsleting listrik. Saat kejadian, Komariah sedang berada di luar rumah, sedangkan bayi bernama Coki Putera dari pasangan Tito dan Desi diayun neneknya di dalam rumah. Sementara orangtua anak tersebut masih kerja. Komariah baru tahu terjadi kebakaran setelah mendengar teriakan dari tetangganya. Dia langsung berlari ke rumah semi permanen di areal Pondok Pesantren Alhidayah tersebut. Namun api cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar atap bangunan.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak yang tiba sekira pukul 19.15 WIB langsung melakukan upaya pemadaman. Hanya butuh waktu 15 menit, petugas damkar berhasil memadamkan api dan langsung mengevakuasi korban yang ada di dalam rumah. Dari dalam rumah, petugas mendapati tubuh bayi sudah jatuh ke tanah dalam posisi telungkup dan telah meninggal dunia.

“Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik. Api cepat membesar dan menghanguskan sebagian atap bangunan,” kata Ridwan kepada wartawan.

Warga sekitar yang mengetahui musibah kebakaran langsung mendekat dan melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Tapi, warga tetap berupaya memadamkan api sampai datang satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran.

“Petugas damkar langsung melakukan upaya pemadaman. Kurang lebih 15 menit, api berhasil dipadamkan,” jelasnya.

Petugas damkar bersama beberapa warga kemudian mengevakuasi jasad bayi yang terjebak di dalam rumah yang terbakar. Bayi mungil yang masih berusia empat bulan itu mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Petugas Damkar Dinas Satpol PP Lebak Ade Supriadi menyatakan, setelah menerima laporan terjadi kebakaran di Rancasema, dirinya langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memadamkan api. Di lokasi, masyarakat sudah berkerumun. Mereka memadamkan kebakaran dengan menggunakan peralatan seadanya.

Menurutnya, bayi atas nama Coki itu tinggal bersama kakek dan neneknya. Saat kejadian, keduanya berada di luar rumah, sedangkan sang jabang bayi sedang tidur di atas ayunan di dalam rumah. Keduanya baru mengetahui terjadi kebakaran setelah mendengar teriakan kebakaran dari tetangganya.

“Untuk penyebab kebakaran informasinya akibat korsleting listrik. Tapi kita belum bisa pastikan, karena polisi sendiri masih bekerja untuk mengetaui penyebab kebakaran di Rancasema,” ungkapnya.(Mastur)