Rumah yang hancur terkena longsor di Desa Cikedung.

SERANG – Sebagian warga Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang terpaksa masih bertahan di posko bencana yang terletak di SD dan SMP Satu Atap Bulakan, meski kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut sudah kembali berjalan.

Jumalisi, warga Cikedung, mengatakan, kondisi warga yang mulai tidak sehat dan rumahnya hancur terkena longsor masih bertahan di posko. “Separuh sudah mulai pulang Pak, mulai gotong royong. Hanya yang sakit dan rumahnya hancur yang masih di posko,” ujar Jumalisi kepada Radar Banten Online, Senin (1/8).

Informasi itu dibenarkan oleh Wakil Kepala SMP Satu Atap Bulakan, Rohmatullah. Menurutnya, sampai hari ini satu kelas masih digunakan untuk posko. Selain itu tenda di pekarangan sekolah juga masih digunakan. “Sebagian sudah pulang hari ini. Cuma tinggal tenda-tenda doang. Satu kelas untuk pengungsi yang sakit, informasinya sebagian akan ikut di rumah warga terdekat,” ujar Rohmatullah kepada Radar Banten Online.

Ia melanjutkan, siswa yang kelasnya masih dipakai untuk tempat pengungsian, akhirnya satu ruang kelas digunakan untuk kegiatan dua kelas secara sekaligus.  “Mungkin besok sudah bisa kembali ke kelas masing-masing, karena pengungsi juga kan sudah kembali,” ujarnya.

Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Senin (25/7) dini hari terkena longsor. Enam kampung terisolir dan sejumlah rumah warga hancur.  Sekretaris Desa Cikedung Saniran menuturkan, ada 19 rumah yang hancur. “Rumah ada 19 yang rusak. Ini hasil pendataan sementara. Paling banyak di Kampung Babakan sekira 12 rumah. Ada juga pabrik padi yang rusak,” ujar Saniran di salah satu rumah warga di Babakan. (Bayu)