Rumah Polisi Disatroni Maling, Senpi Ikut Digondol

SERANG – Nasib sial dialami DS, warga Perumahan Kaujon Mansion, Kaujon Kidul, Kota Serang. Kediaman salah satu anggota Polres Serang itu, Kamis (22/6) dini hari, disatroni kawanan maling. Akibatnya, senjata api (senpi) yang digunakan DS untuk keperluan dinas kepolisian raib beserta sejumlah barang berharga lainnya.

Informasi ‎yang dihimpun, peristiwa ini terjadi sekira pukul 04.00 WIB. DS yang saat itu berada di rumah hanya dengan keponakannya, awalnya tidak memiliki kecurigaan apa pun. Sebab, sampai pukul 03.00 WIB, ia masih terjaga usai menonton salah satu pertandingan sepak bola Piala Dunia.

“Sudah nonton bola saya langsung istirahat di kamar. Pas bangun mau salat Subuh, saya kaget lihat jendela belakang kok kebuka, tapi pintu depan masih dikunci. Terus ngecek tas sama HP, sudah enggak ada,” ungkap DS‎ saat ditemui Radar Banten di kediamannya, Perumahan Kaujon Mansion, Kota Serang, Minggu (24/6).

Dikatakan DS, pelaku mengambil dua unit telepon genggam miliknya beserta tas berisi senpi yang ia gunakan untuk keperluan dinas kepolisian. Saat itu ia khawatir jika senpi yang digondol maling malah dipergunakan untuk tindakan yang tidak semestinya. “Takut disalahgunakan, soalnya kan bahaya,” tutur pejabat tinggi di lingkungan Polres Serang tersebut.

Berdasarkan situasi rumah korban, DS meyakini bahwa pelaku melakukan aksinya dengan melompat pagar belakang rumah, kemudian melewati jendela belakang yang saat itu tidak terkunci. Kondisi itu serupa dengan penuturan tetangganya yang melihat orang mencurigakan. “Maling yang masuk ke sini kayaknya dua orang,” tuturnya.

Setelah mengalami kejadian tersebut, paginya DS kemudian melaporkan insiden tersebut ke Mapolres Serang Kota. Usai melapor, kasus itu kata DS, diungkap pihak kepolisian tidak lebih dari 24 jam. “Pelakunya juga sekarang sudah ditahan di Polres,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Radar Banten, petugas gabungan Polda Banten, Polres Serang, dan Polres Serang Kota sudah mengamankan empat pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pencurian tersebut. Mereka ialah Angga bin Nasrudin, Hendra, Nandi, dan Khaerudin. Selain mengamankan pelaku, turut diamankan sejumlah barang bukti, yaitu satu pucuk senpi Taurus dengan nomor seri ZE.390846, satu unit telepon genggam, dan dua bilah senjata tajam.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin membenarkan kasus tersebut. Satu orang pelaku, kata Kapolres, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melakukan perlawanan saat hendak diamankan petugas. “Keempatnya sudah kita amankan di mapolres,” katanya melalui sambungan telepon seluler semalam.

Petugas kepolisian hingga kini masih melakukan pengembangan untuk mencari otak pelaku atas kasus tersebut. Terlebih, salah satu pelaku bernama Angga, yang memiliki identitas dari luar daerah dinyatakan sebagai pelaku utama dari kasus itu. “Kita masih dalami kasusnya,” pungkasnya. (Rifat A/RBG)