Sejumlah warga meninjau rumah yang terbakar di Kampung Cirendol, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Jumat (4/1).

CIKANDE: Rumah semi permanen milik penjahit pakaian di Kampung Cirendol, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, ludes terbakar, Jumat (4/1) sore. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik akibat kabel yang digunakan pemilik rumah tidak standar SNI.
Peristiwa berlangsung sekira pukul 15.30 WIB. Rumah diketahui milik tukang jahit bernama Rohman. Kondisi rumah saat ini rata dengan tanah, tidak ada barang yang bisa diselamatkan.

Ahyarudin, salah seorang warga yang ikut membantu proses pemadaman api mengaku, tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Api tiba-tiba muncul dari dalam rumah dan merambat ke seluruh bagian rumah. Khawatir api merambat ke rumah tetangga, kata Ahyarudin, warga terpaksa merobohkan rumah. Menurutnya, kebakaran disebabkan korsleting listrik

“Pas kejadian, saya lagi duduk-duduk tak jauh dari lokasi. Pas dengar ada kebakaran, saya langsung ikut bantu memadamkan api. Kurang lebih dua jam api bisa dipadamkan dengan alat seadanya,” terangnya.

Senada disampaikan Camat Cikande Mochammad Agus yang menduga kebakaran akibat korsleting listrik. Agus juga menduga, terjadinya korsleting listrik akibat alat-alat listrik yang digunakan pemilik rumah tidak standar Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ia pun mengimbau warga agar menggunakan alat-alat listrik sesuai standar PLN.
“Kita sudah melakukan pertemuan dengan kepala desa agar menyampaikan kepada warga untuk berhati-hati menggunakan listrik, harus sesuai standar PLN,” imbaunya.

Agus memastikan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kata Agus, rumah yang terbakar milik seorang penjahit pakaian yang tinggal bersama tujuh anggota keluarganya. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. (Haidaroh)