Rutin Gelar MTQ, Kota Cilegon Masih Kurang SDM

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Cilegon Duski Kasim
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Cilegon Duski Kasim

CILEGON – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Cilegon sudah 14 kali digelar. Namun, baru satu kali kota baja ini menjadi juara tingkat provinsi. Hal itu menjadi catatan buruk untuk Pemkot Cilegon. Padahal Pemkot sudah menyediakan anggaran yang cukup dan pembinaan rutin setiap tahun.

Melihat realita tersebut, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Cilegon Duski Kasim menilai banyak faktor yang menjadi Kota Cilegon belum bisa menjadi juara MTQ di tingkat provinsi. Salah satunya adalah faktor Sumber Daya Manusia yang belum mampu berkompetisi dengan daerah-daerah lain yang ada di Banten. “Secara kuantitas kita masih butuh orang untuk mengisi cabang perlombaan yang digelar oleh Provinsi Banten. SDM kita belum memenuhi kuota perlombaan tersebut, ” kata Duski saat ditemui di ruangannya, Rabu(20/1/2016).

Sejauh ini, lanjut Duski, dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM Kota Cilegon. MTQ kali ini fokus digelar di kecamatan-kecamatan. “Sebelumnya kan dilaksanakan di Kota Cilegon terus. Maka dari itu sekarang MTQ fokus digelar di kecamatan-kecamatan,” kata dia.

Menurutnya hal itu dilakukan agar MTQ ke depan dapat menjaring lebih banyak putra daerah. Sehingga putera daerah tersebut akan menerima pembinaan serius guna bersaing di tingkat provinsi. “MTQ Kota Cilegon ke-15 akan digelar di Kecamatan Ciwandan pada 15-19 Februari 2016. Sebelumnya MTQ Kota Cilegon digelar di Kecamatan Pulo Merak, Grogol, Jombang. Tapi saya belum menerima laporan cabang perlombaan pada MTQ ke-15 nanti. Besok saya akan informasikan lagi,” katanya. (AdeF)