RW 02 Cilia Tak Mau Gagal Lagi

0
430 views

KRAMATWATU – Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kalimat ini memotivasi RW 02, Kampung Cilia, Desa Telukterate, Kecamatan Kramatwatu. Bersama pemerintah desa, warganya bertekad bisa meraih juara di Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020.

RW 02 merupakan peserta LKBA 2019. Tapi gagal mendapatkan juara. Kampung ini tidak masuk satu pun nominasi juara dari enam kategori yang dilombakan.

Sampai kemarin (25/9), belum ada pergerakan warga menata kampungnya. Namun, Pemerintah Desa Telukterate sudah merencanakan jadwal kegiatan gotong royong dan target penataan.

”Kita mulai bergerak menata kampung hari Minggu (27/9) pekan ini,” jelas staf Desa Telukterate Fahrudin kepada Radar Banten.

Langkah awal yang akan dilakukan warga RW 02 adalah membersihkan lingkungan. Setiap sudut kampung harus bersih. Steril dari sampah.

”Kalau tahun lalu, kita malah lebih fokus ke penghijauan, sedangkan sampahnya masih banyak berserakan,” ujar Fahrudin menjelaskan soal kegagalan RW 02 meraih juara di LKBA 2019.

Penghijauan, lanjutnya, juga dilakukan warga secara terburu-buru. Penempatan pot tanaman di halaman rumah dan pinggir jalan dilakukan lebih awal, tapi perawatannya kurang diperhatikan. Padahal, musim kemarau. ”Ya sudah, pas hari penilaian (LKBA 2019-red), tanaman pada mati kekeringan,” ungkap Fahrudin.

Fahrudin memastikan, persiapan warga RW 02 pada LKBA 2020 bakal lebih maksimal. Pemerintah desa akan mengarahkan warga untuk mencipatakan keindahan kampung.

”Nanti jalan paving block bakal kita cat supaya berwarna,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW 02 H Ahmad Supri menambahkan, kegiatan gotong royong warga bakal terus dilaksanakan, meskipun sedang masa sulit ekonomi akibat pandemi Covid-19. ”Kita tinggal nunggu instruksi dari desa. Pekan ini, katanya mau mulai,” ujarnya.

Ronda malam di RW 02 juga masih aktif. Pemuda dan bapak-bapak rutin menjalankan tugas jaga malam sesuai jadwal. Bahkan, ibu-ibu kampung ini terkadang menyediakan makan untuk warga yang bertugas ronda malam.

”Biar ngerondanya semangat, ibu-ibunya masak buat bacakan,” pungkas Supri. (mg06/don)