RW 04 Hanya Disesuaikan dengan Penilaian Lomba

0
458 views

CIRUAS – Bersih dan tertata. Gambaran lingkungan RW 04, Bumi Ciruas Permai (BCP) 1, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, ini sudah diciptakan oleh warganya. Makanya, hasil penataan lingkungan empat RT di RW ini tinggal disesuaikan dengan kriteria penilaian Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020.

Sejak memasuki lingkungan RW 04, setiap rumah telah dilengkapi dua tempat sampah untuk menampung sampah organik dan nonorganik. Pemilahan sampah dilakukan oleh warga RW ini.

Di setiap rumah di RT 16, RT 17, RT 18, dan RT 19 di RW ini juga telah dilengkapi pagar dari bambu. Dan di balik pagar, tanaman bunga berbagai jenis ditanam. Tanaman ini tumbuh subur, tanda dipelihara dengan baik oleh warga. 

“Kami sudah sejak lama mempersiapkan diri, membersihkan dan menatanya sudah dilakukan sejak awal Agustus lalu. Sebetulnya penataan ini kami lakukan bukan untuk mengikuti LKBA, hanya agar lingkungan terlihat bersih saja,” terang Ketua RW 04 Adi Suhaedi, Selasa (17/11).

Ketika LKBA 2020 digulirkan, menurut Adi, lingkungannya tidak perlu ditata dari nol. Penataan lingkungan ini hanya perlu ditingkatkan dan disesuaikan, agar bisa memenuhi semua kriteria lomba.

“Buktinya itu saja, pagar bambu di depan rumah warga juga sudah lama dan catnya sudah pudar. Nanti akan kami cat ulang agar di penilaian kedua bisa lebih baik,” ujar Adi.

“Kami tinggal meningkatkan hasil penataan yang sudah ada. Juri yang datang kemarin (saat penilaian tahap pertama-red) juga secara umum bilang, tinggal melakukan peningkatan. Paling yang akan kami lakukan adalah pengecatan ulang, membersihkan kawasan budi daya ikan air tawar, sama menambah hiasan dan bunga,” tambah Adi.

Pjs Kepala Desa Ranjeng Qomarudin memberikan apresiasi terhadap kekompakan warga RW 04. Ia mengungkapkan bahwa penataan lingkungan empat RT di RW 04 dilakukan oleh warga secara swadaya.

“Penataannya sudah dilakukan dari sebelum lomba. Semua murni swadaya warga. Makanya, kami (Pemeirntah Desa Ranjeng-red) tinggal mengarahkan saja,” kata Qomarudin.

Sementara, Camat Ciruas Eri Suhaeri mengatakan bahwa pada penilaian pertama lalu, baru enam desa di Kecamatan Ciruas yang sudah mempersiapkan RW-RW di desa masing-masing. Untuk penilaian kedua nanti, ia mengaku akan mendorong semua desa di wilayahnya untuk ikut berpartisipasi di LKBA.

“Memang baru ada enam desa yang sudah bergerak, tapi nanti, desa lainnya akan saya dorong lagi,” tegas Eri. (rio/don)