Anak-anak menjadi juru parkir di salah satu kantin KP3B.

SERANG – Saat jam sekolah, sejumlah anak jalanan (anjal) terlihat beraktivitas mencari nafkah di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Pantauan Radar Banten Online, anjal paling banyak berada di sejumlah kantin. Mereka mencari nafkah dengan cara menjadi juru parkir. Bahkan beberapa diantaranya tanpa diminta menutupi jok kendaraan pengunjung dengan kertas dan kardus kemudian meminta imbalan kepada si pemilik kendaraan tersebut.

Hampir setiap hari, anak-anak tersebut terus berakitivitas demi mendapatkan uang dari pengunjung kantin. “Om bayarnya om,” ungkap salah satu anak kepada salah satu pengunjung yang terdengar oleh Radar Banten Online.

Saat ditemui, Andri (bukan nama sebenarnya) mengaku menjadi juru parkir untuk mendapatkan uang jajan. Bocah ini mengaku tidak ada yang menyuruh, hanya ikut-ikutan dengan teman-teman lainnya. “Ikut aja, uangnya buat jajan,” ujar anak berusia sembilan tahun tersebut, Rabu (13/1/2016).

Menurut Andri, selama ini ia bersama sejumlah temannya tidak pernah ada yang mengusir atau melarang aktivitasnya.

Nulyandi, salah satu pengunjung kantin secara pribadi merasa tidak terganggu karena anak-anak tersebut tidak mengamen. Tapi melihat usia anak, dan mengetahui kewajiban pemerintah, Nulyandi mengaku miris melihat kondisi tersebut terjadi di tengah-tengah pusat pemerintahan. “Saya habis dari Dindik, buat makan saja, tapi lihat ini saya kaget. Kok bisa di pusat pemerintahan ada anjal di jam sekolah dibiarin saja,” katanya. (Bayu)