Sadis! Ayah Ini Aniaya Anak Kandung, Lalu Ditenggelamkan ke Sungai

Ilustrasi

SERANG – Raut wajah tak merasa bersalah terlihat di wajah Masriya bin Darfi (50). Lelaki paruh baya ini didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap anak kandungnya sendiri yang diduga mengalami keterbelakangan mental, bernama Ferdi Haryadi (21).

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Hengki Hendra Jaja, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon Endo Prabowo membeberkan dakwaan kejadian kejam yang dilakukan Masriya terhadap anaknya.

Pembunuhan terhadap Ferdi, seperti dakwaan yang dibacakan Endo, telah direncanakan oleh terdakwa Masriya. Hal ini menguat karena sebelum peristiwa pembunuhan, terdakwa telah menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk membunuh almarhum Ferdi. Alat yang disiapkan terdakwa antara lain karung, batu batako, dan tali rafia.

Sebelum meluluskan niatnya, Masriya pun sempat berpamitan kepada Iroh, ibu tiri Ferdi. Pembunuhan sendiri terjadi pada Rabu tanggal 30 September 2015 sekira pukul 23.30 WIB, bertempat di Jembatan Sungai Muara Kp.Teneng RT.003 RW.006, Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Sebelum melakukan pembunuhan, terdakwa menyewa angkot dari sopir Uus. Kepada sang sopir, terdakwa beralasan akan membawa saudaranya berobat di daerah Padarincang. Pada hari pembunuhan, dari tempat kediamannya, di Lingk.Jerang Ilir RT.003 RW.003 Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, terdakwa membawa Ferdi menggunakan sepeda motor yang dikemudikan adik korban, Firman.

Korban dibawa ke Jalan Lingkar Selatan sampai Anyar menggunakan angkot sewaan. Dari sana, korban kemudian dikeluarkan dari angkot untuk selanjutnya dibawa ke Jembatan Kp.Teneng, Cinangka, Kabupaten Serang. Di sana lah korban Ferdi dihabisi ayah kandungnya sendiri dengan cara dianiaya dengan menggunakan batu paving block yang sudah disiapkan di dalam karung sebelum ditenggelamkan ke sungai.

“Terdakwa mengikatkan tali tambang yang sudah terdakwa ikat ke karung yang berisikan batu dengan cara tali mati ke lingkaran perut Ferdi. Setelah perut Ferdi terikat tali tambang yang terikat karung yang didalamnya sudah ada batunya kemudian terdakwa mendorong tubuh Ferdi ke sungai,” ujar JPU Endo Prabowo saat membacakan dakwaannya, di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (21/1/2016).

Hasil visum jenazah Ferdi, Dokter Spesialis Forensik pada Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Drajat Prawiranegara, Serang menyebutkan ditemukan memar pada leher, luka lecet pada dada akibat kekerasan tumpul.

Tidak ditemukannya tanda-tanda tenggelam pada organ dalam tubuh korban. Kedokteran menyimpulkan, korban sudah meninggal saat dimasukan ke dalam air. Perkiraan saat kematian antara kurang dari 5 (lima) hari sebelum dilakukan pemeriksaan.

Akibat tindakkannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP subsidair Pasal 338 KUHP. Terdaka juga dikenakan Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. (Wahyudin)