Sakit Hati, Pengamen Dibunuh Rekannya

0
754 views
Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto (tengah) menggelar konferensi pers di aula Mapolres Lebak, kemarin.

Temuan Mayat di Sungai Ciujung

LEBAK – Kematian pengamen asal Boyolali, Jawa Tengah, berinsial AZ (20), terungkap. Perempuan yang akrab disapa Nia itu dibunuh oleh rekannya sesama pengamen berinisal SS (16). Motif pembunuhan lantaran SS sakit hati karena ucapan korban.

Semula diduga korban tewas lantaran tenggelam. Mayatnya ditemukan mengambang di Sungai Ciujung di Kampung Lebaksambel, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, pada Rabu (10/4) sekira pukul 06.30 WIB. Setelah diselidiki, polisi mencurigai korban tewas dibunuh. Pelakunya, teman dekat korban, yaitu pengamen jalanan di Rangkasbitung.

“Kasus ini menarik karena sekilas kalau kita melihat kronologis kejadian sepertinya orang kecelakaan berenang. Ini berkat ketelitian penyidik, kasus ini terungkap,” kata Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dani Arianto saat konferensi pers di Mapolres Lebak, kemarin (12/4).

Dijelaskan Dani, pembunuhan AZ oleh SS terjadi di Sungai Ciujung, Senin (8/4) lalu. Pelaku berenang di sungai, sedangkan korban berada di atas getek atau perahu kecil. Seketika, AZ ditarik oleh SS ke sungai. Lantaran tidak bisa berenang, korban tenggelam. Pelaku kemudian naik ke atas getek dan pura-pura mencari korban.

Dua hari kemudian, jasad korban ditemukan mengambang di pinggir Sungai Ciujung. Penemuan mayat wanita bertato tersebut menggegerkan masyarakat di Kampung Lebaksambel. “Motifnya pelaku sakit hati, karena disebut jablay murahan oleh korban. Pelaku kemudian merencanakan pembunuhan terhadap AZ, karena mengetahui korban tidak bisa berenang. Korban ditarik dari atas getek oleh pelaku,” jelasnya.

Lantaran pelaku pembunuhan masih di bawah umur, SS terancam hukuman pidana penjara seumur hidup. SS dijerat Pasal 340 KUH Pidana atau Pasal 338 KUH Pidana atau Pasal 353 ayat (3) KUH Pidana. “Ancaman hukumannya seumur hidup,” tegasnya.

Menurutnya, kasus ini terungkap setelah polisi memintai keterangan dari saksi, yaitu rekan korban yang berprofesi sebagai pengamen. Dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik, pelaku mengakui telah menghabisi korban. Keterangan pelaku terus berubah-ubah. Beruntung ada saksi yang melihat SS menarik korban ke dasar sungai. Beberapa barang bukti yang diamankan, yakni jeans warna biru, kalung yang digunakan korban, dan sweater. Jenazah korban telah diautopsi di RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang. Jenazah telah dibawa keluarganya ke Boyolali, Jawa Tengah.

“Pelaku untuk sementara tunggal. Tapi, kita masih melakukan penyelidikan untuk menuntaskan kasus ini. Apakah ada calon tersangka lain atau bukan,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Lebak Ajun Komisairs Polisi (AKP) Oka Nurmulia Hayatman menyatakan, kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan SS atas ketelitian penyidik usai ditemukannya mayat korban di Sungai Ciujung.

“Sekarang, kita sudah memintai beberapa orang saksi untuk melengkapi berkas perkara. Mohon doanya supaya cepat dilimpahkan ke kejaksaan,” ujarnya. (tur/nda/ags)