Saksi Kunci Pembantaian Satu Keluarga di Waringinkurung Dapat Pengawalan Khusus

Rumah korban pembunuhan di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang.

SERANG– Siti Sadiyah (24) mendapat pengawalan khusus aparat kepolisian  selama perawatan medis di RSUD Banten. Perempuan asal Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang itu menjadi saksi kunci atas pembantaian anggota keluarganya, Selasa (13/8) lalu.

Penyidik Satreskrim Polres Serang Kota telah mengajukan permohonan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Penyidik meminta agar Sadiyah diberikan jaminan perlindungan dan hak-hak.

“Ada (polisi-red) menjaga ruang perawatan terhadap korban,” kata Juru Bicara LPSK Mardiansyah kepada wartawan usai menjenguk Sadiyah di RSUD Banten, Kamis (15/8).

Sadiyah selamat dari aksi pembunuhan berencana pada Selasa (13/8) lalu. Tetapi, Sadiyah mengalami luka berat akibat sayatan senjata tajam (sajam) pada bibir hingga pipi sebelah kirinya. Sementara suaminya, Rustadi (33), dan Alwi (4), anak kandungnya, tewas dibantai oleh dua pelaku bertopeng. 

Keluarga Sadiyah disatroni kedua pelaku sekira pukul 01.00 WIB. Layaknya tamu, kedua pelaku mengetuk pintu depan rumah korban. Sadiyah yang tak curiga langsung membuka pintu rumah.

Saat pintu terbuka, pelaku merangsek masuk dan langsung menyerang Rustadi menggunakan sajam. Selain Rustadi, pelaku juga membacok Sadiyah dan putra tunggalnya, Alwi. Rustadi dan Alwi tewas seketika akibat luka parah di bagian kepala. Sementara, Sadiyah mengalami luka serius di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh.

Dari autopsi diketahui Rustadi mengalami patah tulang tengkorak bagian kepala, tulang rahang pada sisi depan, dan kerusakan jaringan otak. Sedangkan Alwi mengalami patah tulang tengkorak dan pendarahan otak secara menyeluruh. Diduga Alwi tewas lantaran dibanting. 

“Tentu ada hak-hak korban yang akan dipenuhi. Sudah diatur dalam undang-undang dan itu bisa diberikan, baik layanan bantuan medis maupun layanan bantuan psikologis,” kata Mardiansyah.

Dikatakan Mardiansyah, sesuai UU Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, LPSK akan bertugas melindungi, memulihkan kesehatan fisik dan mental korban.

LPSK akan mendampingi korban hingga fisik dan mentalnya pulih sekaligus mendampingi korban secara hukum hingga pelaku tertangkap serta diadili. “Ini tadi kita sampaikan kepada keluarga korban, terkait negara berusaha untuk secepatnya hadir terkait kasus ini. Termasuk juga pendampingan kepada saksi korban, jika nanti dimintai keterangan dalam proses hukum,” tutur.

Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Affandi berjanji, secepatnya mengungkap kasus pembunuhan tersebut. “Motifnya karena dendam, secepatnya perkaranya akan dituntaskan,” kata Kapolres.

Firman mengaku, telah mengantongi sejumlah nama yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. “Nanti kabur orangnya (saat diminta menyebutkan identitas-red). Pokoknya ada yang kami curigai,” katanya. (mg05/nda/ira)