Saksi Rano-Embay Walk Out

0
578 views

CILEGON – Tim saksi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno dan Embay Mulya Syarief memutuskan walk out atau meninggalkan forum pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi, Penetapan, dan Pengumuman Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi Banten Dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2017 di Hotel The Royale Krakatau Cilegon, Minggu (26/2).

Tim saksi dari pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut dua tersebut melakukan WO saat pembahasan rekapitulasi suara Kota Tangerang.

Pantauan Radar Banten Online di lokasi, sebelum WO, tim saksi Rano-Embay bersitegang dengan Tim Saksi Wahidin Halim, Panitian Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang, dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten terkait sejumlah dugaan pelanggaran Pemilu di Kota Tangerang.

Salah satu saksi Paslon Rano-Embay, Donny Tr Istiqomah mengungkapkan, aksi WO tersebut dilakukan karena pihaknya melihat hal yang tidak benar.

“Untuk Kota Tangerang kita ingin kebenaran materil, kita melihat suket sekitar 28 ribu yg diterbitkan, tapi di luar suket ada 16 ribu. 16 ribu itu yang di DPT dan menggunakan menggunakan E-KTP. Tolong 16 ribu ini di DPT berapa dan di E KTP berapa? Kita minta bukti, kami tadi minta baik-baik, tolong dibuka kotak suaranya, kita masih panjang sampai besok,” ujar Donny kepada awak media.

Donny menambahkan, pihaknya pun menginginkan kebenaran materil terkait penggunaan surat suara, karena pihaknya melihat ada pelanggaran. “Dibandingkan dengan surat suara yang diterima ada 2700 surat suara yang kurang, maksudnya, surat suara semua sudah diberikan, sudah habis, tapi masih ada yang memilih sebanyak 2.700, pertanyaannya itu dari mana, kan surat suaranya sudah habis dibagikan,” katanya.

Sementara itu, salah satu saksi paslon Wahidin Halim dan Andika Hazrumy. Ramdhan Alamsyah mengungkapkan, aksi WO tersebut merupakan hak dari tim Paslon nomor urut dua. “Tapi kami menilai itu memberikan contoh yang tidak baik, tidak ada kedewasaan berdemokrasi,” ujarnya.

Aksi WO tersebut tidak mempengaruhi proses rapat pleno. Rapat tetap berlanjut hingga rekapitulasi delapan kabupaten kota selesai. (Bayu)